RADAR JOGJA – Meski dikenal sebagai klub rival, perpindahan pemain dari PSIM ke PSS maupun sebaliknya, sering terjadi. Yang terbaru eks striker PSIM Muhammad Dwi Raffi Angga resmi berkostum PSS Sleman musim 2021.

Kepindahan Angga, sapaan akrabnya diumumkan bersama tujuh rekrutan PSS lainnya pada Minggu, (28/2). Striker 24 tahun itu dikontrak dengan durasi semusim. Keputusan Angga bergabung dengan PSS, terbilang cukup mengejutkan. Setelah memutuskan hengkang dari PSIM, Angga banyak dikaitkan dengan sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2. Sebut saja Persela Lamongan yang begitu getol mendekatinya.

“Kemarin sempat ada beberapa tim Liga 2 dan Liga 1 termasuk Persela yang cukup intens pendekatan ke saya. Sempat sepakat tapi itu semua tanpa hitam di atas putih,” kata Angga saat dihubungi Radar Jogja, Selasa (2/3).

Karena tak ada kelanjutan negosiasi dengan Persela, di waktu yang bersamaan tawaran datang dari PSS. Kebetulan saat itu klub berjuluk Super Elang Jawa itu menunjukkan keseriusannya kepada dirinya. “PSS langsung berbicara ke depan seperti apa dan kontrak serta kepercayaan kepada saya,” beber Angga.

Bersama PSS, penyerang kelahiran 19 Oktober 1996 itu berharap bisa membawa Super Elja terbang tinggi. Tampil lebih baik serta ingin menunjukkan jika Indonesia tidak kehabisan striker lokal. “Target saya pribadi tentu selalu tampil bagus dan menjadi pemain yang bermanfaat untuk tim,” tekadnya.

Perihal kepindahannya ke PSS, yang notabene klub rival PSIM di DIJ, Angga menanggapinya dengan kalem. Menurut dia akan selalu ada pro kontra dari suporter. Pemain asal Medan, Sumatera Utara itu ingin bekerja secara profesional, kalau pun ada komentar miring, dia memilih mengambil sisi positifnya saja.

“Memang bisa dibilang kedua tim itu rival tapi mungkin di balik itu semua mereka satu yaitu DIJ, dan kedua suporter mempunyai ciri khas masing-masing jadi tanpa menjatuhkan satu sama yang lain,” ucap Angga. “Misal ada komen negatif itu semua saya jadikan acuan dan motivasi untuk bisa membuktikan kalau saya bisa,” tambah dia.

Yang pasti, Angga sudah tak sabar segera merumput bersama Laskar Sembada -julukan lain PSS. Terlebih, bisa bermain di kasta tertinggi Liga tanah air merupakan impian Angga sejak lama. “Semoga bisa cepat beradaptasi dan cepat nyetel dengan tim. Saya juga menunggu momen dimana bermain di hadapan Slemania dan BCS, walau hanya mendukung dari rumah karena ada pandemi seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, eks pemain PSMS Medan itu masih berada kampung halamannya, di Medan. Angga belum tahu kapan akan bertolak ke Sleman. Hanya saja, kata dia tim akan dikumpulkan setelah ada kepastian home base Piala Menpora. (ard/pra)

Jogja Sport