RADAR JOGJA – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) dipastikan tak diperkuat Nuke Tri Saputra di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021. Pebasket yang masuk IBL All Stars IBL 2019 itu resmi mengundurkan diri dari BPJ per Januari lalu. Padahal, kontrak bapak dua anak itu baru berakhir bulan depan.

Nuke mengatakan, keputusan memilih menyudahi kerja sama dengan satu-satunya wakil DIJ di liga basket tertinggi tanah air itu karena faktor keluarga. Utamanya mendampingi pengobatan buah hati keduanya yang lahir pada Desember 2020 lalu. Ditambah, lanjut Nuke, manajemen juga memutuskan melepasnya dulu. “Kontrak saya habis 1 April. Awalnya saya siap mau sampai 1 April, tapi karena ada sesuatu ya sudah tidak perpanjang dulu,” kata Nuke, Selasa (2/3).

Hengkangnya Nuke, jadi kerugian besar bagi BPJ. Dari catatan statistik, pebasket 26 tahun itu punya possession individu terbesar, 27 persen. Dengan rata-rata 23 menit per game. Hanya ada tiga pemain lokal yang memiliki possession individu di atas 20 persen dengan rata-rata bermain di atas 20 menit. Di antaranya Diftha Pratama (20 persen), Abraham Grahita (23 persen), dan Arif Hidayat yang ketiganya kini bermain untuk Prawira Bandung.

Nuke juga menjadi satu-satunya pemain lokal dengan kontribusi doubel digit points. Di luar itu, pebasket 177 cm itu sudah punya tempat di hati pecinta basket nasional, terutama Kanca Bima -julukan fans Bima Perkasa.

Pelatih BPJ David Singleton turut angkat bicara soal pengunduran diri Nuke. Hanya, pelatih asal Amerika itu mengaku tak tahu menahu terkait kontrak pemain dalam skuadnya. David juga tidak khawatir kehilangan pemain terbaiknya jelang kompetisi yang rencananya bakal digelar pada 10 Maret mendatang. “Semua pemain adalah pointer, bukan satu atau dua orang. Kami sadar Nuke pemain bagus tapi komposisi pemain kami sangat cukup untuk berkompetisi. Saat dia pergi, kami punya waktu untuk mengembangkan tim dan menambah kekompakan tim,” ujar David.

Di sisi lain, pada April nanti kontrak Galank Gunawan dan Isman Thoyib juga akan kadaluwarsa. Sehingga, jika tidak diperpanjang atau menemui jalan tengah lainnya, BPJ berpeluang tanpa keduanya di pentas Liga nanti. (ard/bah)

Jogja Sport