RADAR JOGJA- Pemain baru yang direkrut PSS Sleman bukan sekedar mereka yang mempunyai nama, tapi yang sungguh-sungguh ingin bermain untuk PSS.

PSS memberi prioritas kepada pemain yang sungguh-sungguh ingin bermain untuk PSS. Jika tidak ada passion itu mereka tidak bisa menjadi prioritas.

Mereka yang direkrut memang datang untuk memberi kontribusi bagi PSS. Bukan datang untuk uang, karena mereka pasti dapat tawaran yang lebih besar dari klub lain.

Dalam proses perekrutan pemain, banyak pemain yang lebih punya nama besar disodorkan ke manajemen PSS. Namun tidak tercapai kesepakatan karena tidak sesuai budget dan tidak seusai dengan kebutuhan tim.

Para pemain baru bagi PSS masih bisa dikembangkan lagi kemampuannya, seperti Fabiano yang merupakan pemain paling senior. Begitu juga Wawan Febrianto dan Kim Kurniawan.

Proses perekrutan pemain baru, melalui proses yang tidak mudah. Para pemain baru cukup punya prestasi. Tapi seperti yang sering disampaikan, termasuk di dalam rapat kerja PSS akhir tahun 2020 lalu, PSS tak hanya inginkan tim yang solid dan kuat tapi juga setia pada tujuan utama membangun pilar dari tim menuju 2023 sesuai target.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo menuturkan, “Memang di luar jadi heboh, mengatakan PSS pasti jor-joran, sampai disamakan dengan klub top Eropa. Sebenarnya enggak, yang paling utama kita setia pada budget,” katanya  Selasa (2/3).

Perekrutan para pemain baru membuat lega manajemen PSS. Bisa dibilang hal itu membuat PSS merampungkan 90 persen skuat untuk mengikuti kompetisi Liga 1 2021 mendatang.

Belanja pemain saat ini juga mencatatkan suatu prestasi tersendiri. Bisa bisa dibilang per hari ini, termasuk untuk 2 pemain asing lagi yang akan segera bergabung, masih di angka 85% dari budget 2020 lalu.

“Jangan sampai PSS belanja berlebihan (over spend) tapi setelah itu tidak bisa membayar gaji pemain. Hal itu jadi rambu nomer satu bagi PSS,” tegasnya.

Marco menambahkan,keberhasilan PSS dalam perekrutan pemain merupakan hasil kerja untuk membuat manajemen yang lebih baik. Hal itu terlihat bagaimana manajemen melayani tim, bagaimana saat terjadi rasionaliasi gaji karena pandemic Covid-19 PSS memberi angka yg cukup baik untuk pemain.

“Perhatian dari manajemen kepada pemain sehingga memberikan rasa aman dan nyaman menjadi lebih penting dari sekedar jumlah uang,” tambahnya.

Jogja Sport