RADAR JOGJA – Persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, KONI DIJ resmi membuka posko satgas Puslatda PON di kantor setempat, kemarin (1/3). Posko Puslatda ini dibuat untuk memudahkan kinerja tim Puslatda dalam berlatih.

Dengan mengusung tagline Semangat Serangan Umum 1 Maret, KONI DIJ meminta tim Puslatda DIJ tancap gas jelang multievent empat tahunan itu. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan latihan yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19. “PON Papua tinggal beberapa saat lagi. Waktu kita sangat terbatas jadi harus segera lari kencang menuju ke Papua,” kata Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto kemarin (1/3).

Di sisi lain, untuk meningkatkan performa para atlet, KONI DIJ juga meminta tim pelatih cabor disiplin mengikuti semua kegiatan. Seperti Bimtek, evaluasi, tes, dan lain-lain. Juga diimbau selama Puslatda latihan minimal digelar selama 18 jam per minggu. “Tim satgas juga akan berkunjung ke venue, untuk segera mengurai jika ada masalah yang ditemukan. Satgas akan turun ke lapangan mendampingi puslatda,” ujar Djoko.

Yang jelas, kata Djoko kebersamaan tim Puslatda adalah yang utama. Dia berharap apapun problem yang dihadapi di lapangan segera di sampaikan ke masing-masing bidang konsultasi yang disediakan KONI DIJ. Seperti bidang gizi dan suplemen bisa dikonsultasikan ke Djoko Pekik, lalu bidang kesehatan obat-obatan dan doping (dr Wara Kushartanti), bidang psikologi/kesehatan mental (Sentot Haryanto), dan bidang training (Ria Lumintuarso).

Sementara itu, Komandan Satgas Puslatda DIJ Rumpis Agus Sudarko menyampaikan, posko akan dibuka setiap hari. Namun, khusus untuk beberapa konsultasi psikologis, terapi fisik, dan kesehatan akan buka satu minggu sekali. “Tapi kalau misal teman-teman atlet ada yang cedera kami bekerja sama dengan klinik terapi untuk bisa langsung datang,” terangnya.

Di luar itu, lanjut Rumpis, akan ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan KONI DIJ. Di antaranya bimtek pelatih puslatda dan peningkatan SDM pelatih. “Nantinya juga ada latihan bersama pemantapan kontingen. Tes fisik kesehatan dan psikologis. Lalu, terapi fisik, psikologis serta diselenggarakan monitoring lapangan,” bebernya.

Saat ini, ada 24 cabor yang tergabung dalam puslatda PON XX DIJ 2021. Meliputi atletik, balap motor, billiar, bola voli pantai, menembak, panahan, pencak silat, renang artistik, sepatu roda, terbang layang, terjun payung, dan aeromodelling.

Kemudian binaraga, catur, gantolle, judo, kempo, panjat tebing, polo air, rugby, sepatu roda, taekwondo, tarung derajat, wushu, dan renang perairan terbuka. Secara keseluruhan DIJ akan memberangkatkan 191 kontingen. Dengan rincian 137 atlet dan 54 pelatih. Mereka ditargetkan meraih 12 emas, 17 perak, dan 24 perunggu. (ard/pra)

Jogja Sport