RADAR JOJA – Seto Nurdiyantara resmi memperpanjang kontrak sebagai pelatih PSIM Jogja. Pelatih asal Kalasan itu dikontrak Laskar Mataram -julukan PSIM- selama semusim. Kesepakatan perpanjangan kontrak dilakukan Senin (22/2) lalu.

Seto mengatakan alasan tetap bertahan di PSIM karena panggilan hati. Meski sebetulnya dia sempat menerima beberapa tawaran dari tim Liga 1 dan Liga 2. Namun dia berkomitmen dan memilih stay di Jogja lantaran manajemen menunjukkan keseriusannya.

“Pertimbangannya bertahan tentu ada restu keluarga, tapi juga ada alasan tersendiri. Kalau secara logika sih sebenarnya kans untuk pegang Liga 1 cukup besar, tapi ada sesuatu pertimbangan yang saya harus tetap di PSIM,” kata Seto saat dihubungi Radar Jogja Selasa (23/2).

Yang jelas, lanjut Seto, semua pihak diharapkan bersama-sama berjuang untuk kemajuan tim. Pelatih 46 tahun itu juga ingin menjadikan PSIM sebagai kompetitor yang kuat di Liga 2 2021. Meski diakui, hal tersebut bukan hal yang mudah, mengingat semua kontestan tim juga punya target tersendiri.

“Setelah setahun nggak ada sepak bola, mungkin tim-tim lain juga punya gairah yang baru. Saya pikir mereka juga mempersiapkan dengan matang, kalau ke depan kami coba dengan melalui proses. Ya, mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa tercapai,” ujarnya.

Disinggung soal staf kepelatihan musim ini, Seto mengaku masih belum bisa memastikan. Apakah manajemen akan mempertahankan susunan staf pelatih lama atau merombak dengan yang baru. “Saya sedang komunikasi dengan manajemen, bagaimana baiknya baru kami tentukan langkah selanjutnya. Langkah awal yang pasti kami bentuk staf kepelatihan dulu, asisten pelatih, medis, kitman, dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, CEO PSIM Bambang Susanto menuturkan, dengan pertimbangan manajemen Seto memang masih menjadi pilihan utama. Selain itu, eks pelatih PSS Sleman itu juga dinilai sebagai sosok yang paling tepat menukangi Laskar Mataram. “Kami senang memastikan Coach Seto tetap bersama PSIM untuk musim 2021 ini,” ucapnya.

Yang pasti, pengusaha asal Semarang itu ingin kesepakatan kerja sama ini dapat berdampak baik bagi klub. Bersama Seto, manajemen berharap PSIM dapat berprestasi di pentas Liga. Sekaligus meneruskan estafet perjuangan yang belum tuntas di musim sebelumnya. “Perjalanan dimulai lagi, semoga bisa sesuai dengan harapan dan doa kita semua, bahwa ini yang terbaik untuk PSIM,” paparnya.

Seto sendiri didatangkan PSIM pada musim 2020 lalu. Hanya saja, di musim perdananya, pelatih berlisenai AFC Pro itu belum bisa berbuat banyak lantaran kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19. (ard/laz)

Jogja Sport