RADAR JOGJA – Kemenpora dan PSSI usai mengadakan gathering seluruh stakeholder sepak bola Indonesia pada Kamis (19/2) siang. Dalam pertemuan yang digelar secara virtual itu dihadiri PT LIB, perwakilan klub, dan perwakilan suporter.

Pertemuan itu membahas sejumlah hal. Utamanya agar suporter benar-benar menaati aturan yang berlaku. Yakni, dilarang datang ke stadion dan melakukan nobar. “Kami meminta semua pihak yang terlibat turnamen Piala Menpora 2021 benar-benar menjalankan prokes ketat. Karena turnamen ini bisa jadi kunci perizinan pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti, yang hadir dalam pertemuan itu mengaku kurang puas dengan hasilnya. Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin menganggap pertemuan tersebut masih ngambang. Sehingga ke depan diharapkan akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Perihal imbauan suporter dilarang hadir ke stadion, pria yang akrab disapa Tole itu meminta PSSI tidak hanya menuntut komitmen suporter. Namun juga harus memikirkan keberlangsungan klub. “Menurut saya masalah syarat suporter tidak boleh hadir bisa dirembuk ke depan agar ada kesepakatan bersama dari PSSI, operator liga, klub, dan suporter,” katanya saat dihubungi Radar Jogja kemarin (19/2).

Dikatakan, pertandingan tanpa penonton tentu berimbas pada pemasukan klub. Apalagi penjualan tiket masih menjadi pemasukan utama klub pro di tanah air. Sehingga Tole tidak ingin beban finansial klub semakin terpuruk dengan adanya aturan itu. “Kami mau federasi memikirkan nasib klub yang ikut kompetisi. Jangan sampai baru setengah jalan kompetisi klub kehabisan biaya. Itu kan menjadi hal yang ironis,” ucap Tole.

Yang pasti, terkait izin keramaian pertandingan pramusim seluruh suporter menyambut dengan positif. Tole pun berharap turnamen Piala Menpora 2021 berjalan lancar dan sukses. Tentunya digelar sesuai syarat-syarat yang diminta Polri agar izin kompetisi Liga Indonesia bisa mudah didapat. (ard/laz)

Jogja Sport