RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ mengimbau tim Puslatda DIJ untuk menggelar latihan lebih maksimal. Hal itu tak terlepas dari pelaksanaan PON XX Papua yang tinggal delapan bulan lagi.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, per Maret 2021 atlet diminta untuk lebih semangat, gigih dan disiplin dalam berlatih. Sedangkan pelatih diimbau untuk menyiapkan program try out atau uji coba. Dengan harapan para atlet mampu mencapai puncak performa pada Oktober 2021 di Papua. “Kewajiban atlet latihan 18 jam perminggu sesuai periodisasi program latihan akan intensif dipantau,” kata Djoko Pekik, JumatĀ  (19/2).

Di luar itu, Satgas Puslatda bersama pimpinan KONI DIJ dan Pengurus Daerah cabang olahraga akan secara maksimal melakukan monitoring dan evaluasi latihan atlet. Tujuannya untuk memacu semangat atlet sehingga target 11 medali emas PON Papua bisa terwujud.

Selain itu, bimtek program latihan untuk pelatih, pembinaan karakter maupun team building juga segera dilakukan. Termasuk layanan terapi, serta klinik kesehatan, psikologis, gizi mulai diaktifkan.

Djoko Pekik juga mengabarkan jika dana Hibah KONI dari Pemda DIJ sudah cair pada Februari ini. Semua hak-hak atlet akan segera dipenuhi. Seperti honorarium sesuai levelnya, layanan kesehatan, suplemen, ekftra fooding, sparing, try out, hingga peralatan latihan. “Honor atlet dan pelatih akan dicairkan mulai 22 Februari nanti. Besarnya HR atlet dan pelatih kembali normal seperti sebelum pandemi,” ujar Guru Besar FIK UNY itu.

Sementara itu, pelatih Puslatda panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman berujar jika tim panjat tebing siap menjalankan amanat dari KONI DIJ. Pelatih 43 tahun itu berujar selama ini para atlet sudah berlatih secara maksimal di Kompleks Stadion Mandala Krida. “Bahkan kami sudah gas pol dari bulan Januari. Dan Maret sudah masuk persiapan khusus,” bebernya. (ard/pra)

Jogja Sport