RADAR JOGJA – Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) DIJ usai menggelar penataran dan ujian wasit pada 13-14 Februari lalu. Kegiatan yang digelar di Kantor KONI DIJ itu diikuti sebanyak 15 peserta dari tujuh perguruan karate di DIJ. Karena pandemi Covid-19, pelaksanaan kegiatan diberlakukan dengan prokes ketat.

KONI DIJ mengapresiasi pelaksanaan ujian wasit FORKI DIJ. Apalagi selama pandemi, hampir semua kegiatan khususnya penataran jarang sekali diadakan. Sekretaris Umum KONI DIJ Agung Nugroho mengatakan, sejauh ini baru FORKI DIJ yang tetap menggelar kegiatan ujian wasit secara luring. “Wasit ataupun juri salah satu yang ikut mendorong maupun memajukan prestasi olahraga,” kata Agung, Senin (15/2).

Agung menuturkan, tidak mudah menjadi seorang wasit. Selain tugas berat memimpin pertandingan, banyak kendala di lapangan yang dihadapi wasit. Seperti adanya pihak yang tak sependapat dengan keputusan wasit sehingga tak jarang menimbulkan pro kontra. Karena itu, kata Agung pihaknya pun berharap kedepan wasit dapat memimpin dan menegakkan aturan sebaik-baiknya.

“Semoga dari kegiatan penataran dan ujian wasit ini dapat menghasilkan SDM wasit yang baik dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengda FORKI DIJ Muhammad Yazid mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara. Juga KONI DIJ yang sudah mendukung serta mensukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Anggota Komisi D DPRD DIJ ini juga mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap pandemi di Indonesia, khususnya DIJ.

Adanya pandemi, lanjut Yazid, sangat berdampak pada kegiatan olahraga di tingkat daerah maupun nasional. Satu di antaranya yakni penundaan jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) yang semula pada 2020 dan diundur menjadi Oktober 2021. “Untuk itu diperlukan kesadaran masyarakat dan pentingnya kerja sama satu sama lain dengan melaksanakan protokol kesehatan demi kesehatan bersama,” ucap Yazid. (ard/pra)

Jogja Sport