RADAR JOGJA – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengultimatum suporter sepak bola untuk tidak datang ke stadion seandainya kompetisi liga Indonesia digulirkan. Suporter juga dimohon untuk tidak menggelar acara nonton bareng alias nobar.

“Suporter yang jadi perhatian luar biasa. Kami bilang ke suporter dengan hormat, apabila diizinkan tanpa penonton,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Jika kedua aturan itu dilanggar, Polri akan langsung melakukan evaluasi. Bahkan tak segan mencabut izin penyelenggaraan. “Cukup nonton di televisi saja. Saat ini belum ada keputusan izinnya, kami tunggu pengumuman dari kepolisian,” tambah Iwan Bule.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menambahkan, kampanye terhadap suporter agar tidak berkerumun dan tidak nobar harus lebih diintensifkan. Sehingga harapannya kompetisi dapat berjalan dengan lancar.

Imbauan dari PSSI ditanggapi positif oleh sejumlah suporter liga tanah air. Salah satunya diutarakan kelompok suporter PSIM Jogja, Mataram Independent (The Maident). Ketua Umum The Maident Rendy Agung Prasetya menegaskan, mendukung jalannya Liga musim 2021 tanpa penonton.

“Bagi kami apa pun imbauan dari PSSI, kami sebagai pecinta bola, khususnya PSIM, akan selalu taat,” ujarnya kepada Radar Jogja Jumat (12/2). Yang pasti, pihaknya berharap kompetisi dapat segera berjalan.

Dengan ataupun tanpa penonton, lanjut Rendy, protokoler kesehatan harus benar-benar disiapkan federasi dan operator kompetisi. “Kami juga akan selalu mengimbau kepada anggota, laskar maupun perorangan dan komunitas tetap patuh jika belum diperbolehkan datang ke stadion. Kesehatan nomor satu bagi kami,” ucapnya.

Saat ini, PSSI dan LIB terus berupaya melobi berbagai pihak untuk menggulirkan kompetisi. Kedua lembaga itu menargetkan, Liga 1 dan Liga 2 dapat dimulai setelah Lebaran 2021. Perkiraan sekitar Mei atau Juni. (ard/laz)

Jogja Sport