RADAR JOGJA – PSSI berencana menggelar turnamen pramusim pada 20 Maret sampai 18 April 2021. Keinginan itu dipaparkan PT LIB dan PSSI dalam rapat koordinasi dengan Menpora, Polri, KONI, dan Satgas Covid-19 pada Rabu (10/2).

Turnamen pramusim sebelumnya menjadi usulan mayoritas klub yang ingin adanya pertandingan sebelum memulai kompetisi 2021. Selain itu juga dijadikan ajang pemanasan sebelum berkompetisi. Jika sesuai rencana turnamen ini akan dihelat dengan durasi 37 hari.

Hanya saja hingga kini izin penyelenggaraan juga belum didapat PSSI. Sembari menunggu izin keluar, sejumlah persiapan tengah digodok LIB untuk memulai kompetisi baru. Di antaranya melengkapi semua protokol kesehatan hingga membuat video simulasi pertandingan.

Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic cukup antusias dengan rencana turnamen pramusim. Menurutnya bagus sebagai pemanasan sebelum bertanding di kompetisi resmi. Tapi, kata Dejan, hal yang lebih penting saat ini adalah PSSI mendapatkan izin pihak keamanan terlebih dahulu.

Jika tidak segera diputuskan, turnamen pramusim juga bakal sulit terealisasi. Sebab, hal itu menyangkut persiapan tim. Apalagi hingga saat ini baru dua tim yang sudah berlatih. Yakni Bali United dan PS Tira Persikabo. “Off course sekarang kita tunggu cuma keputusan dari PSSI, untuk liga bagaimana. Apa pun itu kita hanya bisa menunggu,” katanya kepada Radar Jogja Jumat (12/2).

Perihal rencana kompetisi yang dimulai pada Juni atau setelah Lebaran, Dejan menanggapi dengan positif. Hanya, eks pelatih Madura United itu menyarankan kompetisi 2021 digelar dalam dua wilayah. Sebab, di tengah pandemi saat ini banyak klub yang struggling.

“Tim sedang sulit untuk uang dan traveling. Atau kita bisa ambil contoh dari Liga China, dimana semua tim main di tiga kota dan ada play off serta champion,” ujar pelatih kelahiran Belgrade, Serbia, itu.

Di situasi sulit seperti saat ini, lanjut Dejan, tim pelatih akan lebih fokus membenahi segala kekurangan tim. Yang pasti, pelatih 52 tahun ini ingin pelaku sepak bola bersama-sama membuat kompetisi liga tanah air menjadi lebih baik lagi. “Jangan bikin target besar langsung karena bukan cuma pemain struggling. Ada banyak tim dan sponsor struggling dan kita harus mengerti semua itu, baru fokus nanti ke target,” ucap Dejan.

Sementara itu, bek PSS Derry Rachman Noor berharap PSSI secepatnya mengantongi izin dari Polri. Sebab, pemain asal Bontang, Kalimantan Timur, itu sudah tak sabar ingin merasakan atmosfer pertandingan. Terlebih, hampir setahun liga dihentikan akibat pandemi Covid-19.

“Ya, semoga segera ada keputusan bagaimana nasib kompetisi. Sehingga saya bisa lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi liga nanti,” ucap Derry. (ard/laz)

Jogja Sport