RADAR JOGJA – Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) usai menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) pada Sabtu (6/2) lalu. Kejurda diikuti oleh lifter dari kabupaten/kota se-DIJ. Hanya terdapat satu kabupaten yakni Gunungkidul yang urung menurunkan atletnya di kejurda kali ini.

Total ada sebanyak tujuh atlet ambil bagian dalam kejurda yang digelar di Vens Fitness Condongcatur, Sleman itu. Di antaranya terdiri dari empat lifter putra dan tiga putri. Karena pandemi, kejurda diberlakukan dengan prokes ketat. Selain membatasi kehadiran peserta, kejurda juga disiarkan secara daring.

Nah, juara pertama kategori putri diraih oleh lifter Sleman, Setya Rahayu dengan total angkatan 88 kilogram (kg). Sedangkan, peringkat kedua diraih Wulan Dwi dari Bantul dengan total angkatan 78 kg. Lalu peringkat ketiga ditempati Hapshah dari Kulonprogo dengan total angkatan 72 kg.

Sementara itu, di kategori putra, atlet asal Bantul Farid Nurdiansyah menjadi yang terbaik dengan total angkatan 125 kg. Kemudian peringkat kedua ditempati Risky Olkas dari Kota Jogja. Lalu, peringkat ketiga diraih Zagarinho dari Sleman dengan total angkatan 115 kg.

Namun, satu atlet dari Kulonprogo yakni Shalahudin kurang beruntung di kejurda kemarin. Pasalnya, Shalahudin mengalami cedera di pergelangan tangan kirinya saat melakukan angkatan clean and jerk pada beban 30 kg.
Ketua PABSI DIJ Nurcholis Suharman menjelaskan, kejurda ini menjadi yang pertama bagi PABSI DIJ setelah pecah menjadi tiga cabang. Sekaligus digelar sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi calon anggota KONI DIJ. “Kami berupaya melengkapi persyaratan sebagai anggota KONI DIJ karena kami kan cabang baru setelah PABSI resmi dipecah tahun lalu,” katanya.

Nurcholis berujar kejuaraan ini dihelat untuk melihat potensi atlet di seluruh wilayah DIJ, juga sebagai konsolidasi organisasi. Menurut dia, potensi atlet menjadi bahan pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dengan harapan di ajang PON empat tahun mendatang, PABSI DIJ bisa mengirimkan atlet dan meraih medali. “Jadi kami berusaha mencari kader atlet dan meningkatkan kualitas pelatih. Kami mengkaji dan membuat strategi untuk mendapatkan atlet terbaik,” ujar Nurcholis.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto yang hadir dalam kejurda berharap, PABSI DIJ dapat membina olahraga angkat besi lebih maksimal. Sehingga ke depan bisa melahirkan atlet-atlet berkualitas yang tak hanya berprestasi di level nasional namun juga internasional. (ard/yog)

Jogja Sport