RADAR JOGJA – PSS Sleman nampaknya semakin serius untuk menjadi klub sepak bola profesional. Keseriusan itu ditunjukkan manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu dalam usahanya mengejar lisensi klub AFC.

Sebagai langkah awal, belum lama ini manajemen PSS mengikuti pelatihan dengan konsultan lisensi AFC Tigor Syalom Boboy. Tigor mengatakan diskusi tahap awal sangat penting agar klub mengetahui beberapa persyaratan verifikasi untuk mendapatkan lisensi klub profesional. Apalagi, proses pemberian lisensi ini rutin dilakukan setiap tahunnya. “Setiap klub diundang untuk mengikuti proses tersebut, dengan hasil akhir apakah berhak mendapatkan lisensi itu,” katanya.

Lisensi klub AFC tak hanya memberikan label profesional pada klub. Namun juga tiket untuk bisa tampil di kompetisi paling bergengsi di Asia, Liga Champions Asia atau Piala AFC. “PSS memiliki potensi untuk mendapatkan lisensi klub standar AFC (AFC Club Licence). Manajemen baru PSS juga punya keinginan kuat untuk menjadikan PSS sebagai klub profesional,” ujar Tigor.

Mantan Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru itu menuturkan dalam level profesional, apa yang dilakukan oleh klub harus diberitahukan dan dilihat oleh publik. Tigor juga berujar eksternal klub dapat berperan membantu pencapaian misi memperoleh lisensi AFC. Sebab, dalam sejumlah poin lisensi tak hanya soal manajemen klub atau kinerja tim, tapi juga partisipasi seluruh take holder yang ada di klub itu sendiri.

Untuk mencapai level tersebut, ada beberapa event yang harus dijalankan PSS. Di antaranya melibatkan fans, stake holders serta komunitas yang ada di sekitar klub itu sendiri. Termasuk juga pemerintah dalam hal infrastruktur, sponsor, dan mitra.

Sementara itu, Direktur Operasional PSS Hempri Suyatna menilai pelatihan diharapkan memberikan bekal bagi manajemen sedari awal untuk lebih bersiap diri menuju pada klub profesional. Usai pelatihan, PSS akan membentuk tim kecil untuk mempersiapkan berbagai persyarakatan yang ditentukan dalam regulasi lisensi klub AFC. “Kami punya potensi untuk meraih itu, seperti persiapan infrastruktur yang sedang dibenahi, personil, dan administrasi yang sudah disiapkan, finansial yang semakin transparan dan akuntabel,” terang Hempri. (ard/yog)

Jogja Sport