RADAR JOGJA- Kabar tak sedap menghampiri PSS Sleman di tengah sulitnya masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan membuat kompetisi musim terhanti ini.

Pasalnya pemain asing yang juga bek asal Spanyol, Alfonso de la Cruz  yang sebelumnya pernah memperkuat PSS pada musim 2019. telah melapor ke FIFA terkait tunggakan gajinya yang belum dibayarkan oleh PSS Sleman.

Dia mengaku menandatangani kontrak selama dua musim dengan klub berjuluk Elang Jawa tersebut.  Namun, di musim kedua terjadi perubahan kepemilikan klub yang menyebabkan Alfonso harus didepak dari skuad tanpa ada diskusi.

Alfonso menjelaskan bahwa dirinya masih memiliki satu tahun kontrak untuk musim 2020 secara legal yang masih harus dibayar PSS. Akan tetapi, hingga saat ini, dia belum mendapatkan haknya.

Akibatnya, pemain berusia 34 tahun itu melapor ke FIFA yang membuat PSS kini terancam hukuman. Bahkan, kata Alfonso, FIFA sangat mendukung upaya yang dilakukannya karena telah melapor.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi di Indonesia, tapi PSS Sleman tidak terlalu baik dengan saya. Saya memiliki kontrak dua tahun, tetapi mereka tidak berbicara dengan saya. Ini adalah situasi yang buruk,” ujar  Alfonso .

Alfonso menambahkan, “FIFA akan berdiskusi dengan PSS Sleman tentang saya, FIFA akan meminta PSS Sleman untuk membayar gaji saya,jika tidak PSS Sleman akan menghadapi masalah besar. Sudah setahun, mereka tidak membayar saya dan sampai sekarang saya belum mendapatkannya,” tambahnya.

Selain itu, FIFA juga mengisyaratkan bahwa kasus ini akan menguntungkan Alfonso jika PSS gagal menyelesaikan tunggakan gaji yang telah ditetapkan.

“PSS dengan pemilik baru tidak membayar gaji saya. FIFA memberi tahu saya bahwa saya bisa memenangkan kasus ini dan PSS harus tetap membayar penuh,” tuturnya.

Selama merumput bersama klub yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu, Alfonso telah tampil dalam 21 pertandingan di semua ajang. Bek berusia 34 taun itu berhasil mengantarkan PSS finish di peringkat kedelapan Liga 1 2019 dengan perolehan 48 poin. (sky)

Jogja Sport