RADAR JOGJA – Pemberlakuan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) tak terlalu berdampak pada persiapan tim pemusatan latihan daerah (Puslatda) PON DIJ. Pasalnya, selama masa PTKM atlet dapat berlatih di vanue yang cukup terisolir.

Pelatih atletik Puslatda DIJ Ivan Budiaji menjelaskan, sejak penerapan PTKM para cabor tetap bisa berlatih dengan lancar. Selama dua pekan ini proses latihan tak mengalami kendala karena lokasi latihan bisa tertutup dari publik.
“Jadi latihan sebenarnya nggak terlalu berpengaruh sehingga ya bisa berjalan baik,” katanya saat dihubungi Radar Jogja, Senin (25/1).

Demikian pula, progres latihan masing-masing atlet juga mulai terlihat. Seperti performa kedua atlet yakni Indah Lupita Sari yang turun di nomor jalan cepat dan Rahma Anisa (lari) berjalan sesuai periodisasi yang disusun. Termasuk target persentase di bulan Januari juga tercapai, meski tak dipungkiri ada beberapa perubahan program penyesuaian situasi pandemi saat ini.

Situasi yang sama juga di alami atlet jalan cepat Bayu Prasetyo yang saat ini dilatih pelatih Hary Surahno di Selang, Wonosari. “Kalau Bayu dan Indah latihannya sudah di jalan raya, tapi kami mengambil waktunya lebih pagi biasanya jam 5 kami sudah start. Dan juga lokasinya untuk jalan raya kami sengaja cari yang lokasinya lebih longgar, kalau di Jogja kami biasa di daerah Berbah,” ujar Ivan.

Meski begitu, tim pelatih mewanti-wanti para atlet mematuhi prokes sesuai imbauan KONI DIJ. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker serta hand sanitizer. Sebab, Ivan tak mau persiapan menuju PON XX Papua, Oktober nanti terganggu. “Untuk saya sendiri dari pelatih menghadapi situasi seperti ini agar mereka (atlet) bisa menyesuaikan dengan keadaan. Termasuk mengontrol gizi makanan dan interaksi dengan orang-orang agar sedikit di kontrol,” pesannya.

Sementara itu, pelatih Puslatda panjat tebing DIJ Sultoni Sulaiman juga mengaku persiapan timnya tak mengalami kendala. Latihan tetap sesuai jadwal yang disusun oleh tim pelatih. Hanya, selama PTKM prokes latihan lebih diperketat. “Latihan masih seperti biasa. Tapi kalau ada atlet atau pelatih yang ada gejala kurang sehat langsung kami imbau untuk latihan mandiri,” terangnya. (ard/bah)

Jogja Sport