RADAR JOGJA – PSS Sleman sudah punya sejumlah planning tahun ini. Salah satunya menyiapkan program tim untuk kompetisi musim baru 2021. Hal itu disampaikan Direktur Utama PSS Marco Gracia Paulo.

Eks CEO Badak Lampung FC itu mengatakan, meski belum ada kepastian kompetisi 2021, kegiatan di PSS akan tetap berjalan. Bahkan Marco menyebut tim pelatih sudah menyiapkan kerangka yang baik untuk menyongsong Liga 2021.

“PSS bersama coach Dejan (Antonic) sudah di jalurnya, sudah on the track. Semoga semangat positif ini tersebar juga di klub-klub lainnya,” katanya kemarin (24/1).

Di luar itu, sembari menanti kepastian kompetisi baru, tim berjuluk Super Elang Jawa itu terus berbenah. Juga fokus mengerahkan seluruh energi, waktu, dan sumber dayanya. Apalagi, di tahun ini PSS punya banyak agenda di luar lapangan hijau. Seperti kegiatan dari sisi digital, adanya Omah PSS, Kancane PSS, lalu Teras Omah yang merupakan sinergi PSS dengan UMKM di Sleman.

Yang jelas, eks Deputi Sekjen PSSI itu berharap PSSI segera merealisasikan wacana kompetisi tahun 2021. Sebab, hal itu sangat penting bagi klub untuk melangkah lebih jauh. Utamanya untuk mulai menjajaki renegosiasi kontrak pemain, hingga rencana mengumpulkan pemain.

Seperti diketahui, dalam Rapat Komite Eksekutif (exco) PSSI beberapa waktu lalu PSSI resmi membatalkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PSSI juga memutuskan meniadakan juara dan degradasi. Peserta Liga 1 dan Liga 2 tahun ini sama dengan kompetisi musim lalu. Perihal kontrak pemain, federasi menyerahkan sepenuhnya kepada klub.

Meski libur panjang penggawa Super Elja diimbau tetap berlatih untuk menjaga kebugaran. Nah, penyerang muda PSS Saddam Emiruddin Gaffar punya cara tersendiri untuk melatih ketahanan fisiknya.

“Saya suka mendaki gunung. Sudah ada beberapa gunung yang saya daki, ada Sumbing, Andong, dan Dieng,” beber pemain asal Jepara, Jawa Tengah, itu. Menurut striker 19 tahun ini, medan tanjakan dan turunan di gunung bisa dimanfaatkan sebagai media latihan fisik. (ard/laz)

Jogja Sport