RADAR JOGJA – Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Alasannya karena angka positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Perpanjangan PPKM pun mengancam rencana pelaksanaan Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021, Maret mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Manajer tim Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) Dyah Ayu Pratiwi mengatakan pihaknya mendukung dan akan mengikuti kebijakan pemerintah. Hanya, dia berharap IBL dapat memperjuangkan kelanjutan Liga dengan mempresentasikan prokes ketat. Sebab, saat ini yang diharapkan klub adalah kepastian dari IBL selaku operator kompetisi.

“Kalau kita semua dapat merepresentasikan sistem gelembung yang aman lalu bisa memperjuangkannya, mungkin bisa berjalan. Namun jika operator liga dan tim-tim tidak dapat mempresentasikan protokol yang terjamin jadi cukup sulit untuk mendapat izin,” katanya Minggu (24/1).

Di luar itu, saat ini para kontestan klub tengah menanti skema gelembung sekaligus perencanaan liga yang aman menjamin kesehatan dan keselamatan pemain dan ofisial. Yang dimulai sejak perjalanan tim dari kota asal menuju venue pertandingan sampai aktivitas di sana.

“Kalau semuanya jalas supaya tidak memberatkan tim-tim yang sudah berdarah-darah menanggung beban ekonomi dan mempertahankan tim demi IBL,” tandas Manajer yang akrab disapa Tiwi itu.

Meski, diakui Tiwi perencanaan yang aman dan terjangkau itu bukan hal yang mudah. Namun setidaknya tim akan kooperatif demi keberhasilan penyelenggaraan kompetisi. Menurutnya dengan adanya aktivitas liga, tim bisa beroperasi dan selalu melakukan screening secara berkala.

Meski nasib liga tak jelas, skuad BPJ tetap digenjot latihan. Harapannya jika sewaktu-waktu kompetisi digulirkan, Azzaryan Pradhitya cs dalam kondisi siap tempur. “Progres latian sejauh ini ke arah yang bagus, masing-masing berproses jadi lebih baik,” beber salah satu rookie BPJ David Simeone Lavi.

Pemain 26 tahun itu berujar ditundanya IBL membuat timnya punya tambahan waktu untuk mematangkan persiapan. Terutama dalam membangun chemistry pemain agar lebih solid. “Kami jadi tahu dimana yang harus dipertajam dan diperbaiki. Yang jelas kami sudah nggak sabar buat mulai season ini, apalagi buat para rookie menjalani debutnya,” pungkasnya. (ard/bah)

Jogja Sport