RADAR JOGJA – Jika Liga 2 musim 2021 diputar, kompetisi akan kembali ke format lama. Yakni dua wilayah, timur dan barat. Hal itu tak terlepas dari usulan mayoritas klub agar konsep kompetisi musim baru 2021 nanti diubah.

Seperti diketahui, dampak Covid-19 PT LIB terpaksa memakai format turnamen dalam empat wilayah. Dari 24 kontestan dibagi menjadi empat grup dan setiap grup diisi enam tim.

Direktur Kompetisi LIB Sudjarno membenarkan wacana kembali ke dua wilayah. Mantan Kapolda Lampung itu mengatakan, format kompetisi dikembalikan berdasarkan masukan seperti musim sebelumnya.

Meski belum resmi, wakil Liga 2 dari DIJ PSIM Jogja menyambut baik kabar tersebut. Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk menyebut format kompetisi dua wilayah lebih baik karena Liga akan dimulai pada musim baru.

“Betul, format kompetisi Liga 2021 rencana akan dibagi ke format awal. Kalau memang terealisasi, kami tentu sangat senang apalagi itu memang usulan sebagian klub pas owners meeting dengan LIB,” katanya saat dihubungi Radar Jogja Jumat (22/1).

Terkait keputusan federasi menghentikan Liga, juga direspons positif oleh David. Menurutnya, langkah itu dinilai sebagai keputusan tepat. Artinya PSSI benar-benar mendengarkan aspirasi dan masukan dari klub yang meminta kompetisi dibatalkan saja. “Kami melihatnya bahwa keputusan ini yang paling relevan saat ini dan tentu harus bisa kami terima,” ungkapnya.

Kendati demikian, pria 37 tahun itu meminta PSSI betul-betul matang dalam mengambil keputusan seandainya kompetisi musim 2021 diputar. Federasi harus lebih dulu mendapatkan izin dari pihak kepolisian sebelum mengumumkan jadwal kompetisi. Sebab, hal itu sangat penting bagi klub untuk melangkah lebih jauh.

Rapat Komite Eksekutif (exco) PSSI pada Rabu (20/1) lalu itu menghasilkan empat keputusan. Selain membatalkan Liga 1 dan Liga 2, PSSI juga memutuskan meniadakan juara dan degradasi. Peserta Liga 1 dan Liga 2 tahun ini sama dengan kompetisi musim lalu.

Kemudian perihal kontrak pemain, federasi menyerahkan sepenuhnya kepada klub. Hasil dari keputusan pembatalan kompetisi akan dibahas dalam kongres tahunan PSSI pada 26 Februari mendatang.

Sementara itu, salah seorang pemain PSIM TA Musafri mengaku cukup kecewa dengan penghentian kompetisi. Sebab, keputusan federasi dianggap agak terlambat. Terlebih kompetisi di negara Asia lain tetap bisa berjalan ditengah pandemi.

“Sebagai pemain sedikit merasa kecewa kalau mengacu pada semua negara, bahkan sampai ke ASEAN mungkin hanya kita salah satu negara yang kompetisinya tidak berjalan,” keluhnya.

Meski kecewa, pemain 38 tahun ini mencoba menerima dan mendukung keputusan itu. “Kalau memang ini yang terbaik untuk semua, apalagi ini kan sudah melalui proses rapat bersama seluruh peserta tim liga,” papar penyerang kelahiran Ternate, Maluku Utara, itu. (ard/laz)

Jogja Sport