RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) segera melakukan penambahan lima anggota cabang olahraga (cabor) baru tahun ini. Di antaranya perkumpulan angkat besi seluruh Indonesia (PABSI) DIJ, perkumpulan angkat berat seluruh Indonesia (PABERSI) DIJ, dan perkumpulan binaraga fitness Indonesia (PBFI) DIJ. Lalu kick boxing Indonesia (KBI) DIJ serta E-Sport Indonesia (ESI).

Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIJ Nolik Maryono menjelaskan, penambahan cabor calon anggota baru itu akan dibahas dalam musyawarah olahraga daerah (Musorda) DIJ pada 27 Maret 2021. Sehingga, dia berharap semua cabor calon anggota baru KONI DIJ dapat melengkapi persyaratan pengajuan menjadi anggota KONI DIJ.

Beberapa persyaratan tersebut di antaranya, AD/ART dan induk organisasi yang meliputi pengurus besar (PB) atau pengurus pusat (PP). Kemudian mempunyai kantor sekretariat di wilayah DIJ, minimal memiliki tiga kepengurusan di tingkat kabupaten/kota, serta pernah mengadakan kejuaraan daerah (kejurda) minimal satu kali sebelum pelaksanaan Musorda KONI DIJ nanti.

“Sebagian besar cabor sudah lengkap persyaratannya, tapi yang pelaksanaan kejurda belum. Kami sarankan untuk kejurda bisa dilakukan secara virtual mengingat kondisi pandemi di DIJ,” ujar Nolik, Jumat (21/1).

Sebagai informasi, cabor KBI berencana melaksanakan kejurda pada 29-30 Januari 2021. Lalu tiga cabor yakni PABSI, PABERSI, dan PBFI pada 7 Februari 2021. Sedangkan ESI pada pertengahan Februari 2021.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menambahkan, persyaratan kejurda harus sesuai ketentuan yang terdapat dalam organisasi KONI DIJ. Terutama untuk menjadi anggota KONI DIJ. “Perihal tiga cabor yang sebelumnya pecahan PABBSI misalnya, dari aspek regulasi termasuk cabor baru karena adanya pergantian nama,” paparnya.

Karena itu, Djoko mengimbau pengda cabor tetap memenuhi persyaratan yang ada. Termasuk KBI dan ESI. Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu juga menyarankan cabor menggelar kejurda secara minimalis. Baik itu secara virtual atau langsung di tempat dengan nomor pertandingan atau peserta minimalis sesuai protokol kesehatan. (ard/bah)

Jogja Sport