RADAR JOGJA – Sejumlah klub Liga 1 mengusulkan dan meminta PSSI untuk tidak memberlakukan aturan degradasi jika kompetisi musim 2021 diputar. Hal itu disampaikan perwakilan klub di owners meeting dengan PT LIB belum lama ini. Selain meminta kompetisi tanpa degradasi, klub juga mendesak PSSI segera membatalkan kompetisi musim 2020.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PSS Sleman Marco Gracia Paulo memahami usulan klub ditengah situasi sulit saat ini. Hanya, Marco ingin kebijakan tanpa degradasi dikaji lebih lanjut oleh PSSI karena menyangkut aturan. Meski, federasi sepak bola Asia alias AFC melonggarkan beberapa aturan sejak pandemi Covid-19.

“Tapi apakah nantinya kompetisi diakui sah? sehingga juaranya bisa tampil di kompetisi AFC, termasuk penilaian terhadap liga juga nantinya seperti apa? Itu yang perlu kami ingatkan,” katanya, Selasa (19/1).

Meski begitu, eks CEO Badak Lampung FC ini berpendapat aspirasi klub di owners meeting masih sekadar saran. Artinya, keputusan akhir tetap ada di tangan PSSI. “Tapi kalau misal aturan tanpa degradasi diperbolehkan FIFA, ya nggak ada salahnya di ambil. Tapi PSS tidak ngotot menghendaki yang harus tanpa degradasi. Nggak seperti itu,” ujar Marco.

Dalam pertemuan owners meeting juga disampaikan timeline, bahwa Januari-Februari 2021 masuk sebagai konsolidasi PSSI dan LIB. Khususnya dengan kapolri yang berhubungan dengan perizinan dan lain-lain. Termasuk klub juga bisa melakukan konsolidasi internal.

Di luar itu, eks Deputi Sekjen PSSI itu mengusulkan seandainya Liga 2021 bergulir idealnya diputar antara Mei atau Juni 2021 hingga Desember 2021. Dengan konsekuensi liga tidak bisa digelar dengan format kompetisi penuh. Sehingga, Marco pun menyarankan format kompetisi dibuat dua wilayah.
”Pada intinya kami sarankan tidak menggulirkan kompetisi penuh. Sebab kalau digelar tujuh bulan sama saja pemain akan kerepotan karena ada kemungkinan pemain cedera dengan waktu yang terlalu mepet,” tandasnya.

Kemudian pada Maret hingga April, Marco mengusulkan adanya warming up season 2021. Dengan harapan klub bisa mendapatkan income dari sponsor karena ada kegiatan, sekaligus sebagai persiapan tim menuju kompetisi. “Minimal pemain ada kegiatan dan dapat penghasilan walaupun mungkin belum dalam bentuk kontrak. Atau dalam bentuk kontrak tetapi khusus hanya untuk turnamen pra musim saja,” ucap Marco.

Sementara itu, Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita menuturkan keputusan berhenti atau tidak akan diputuskan PSS di rapat Komite Eksekutif (Exco) yang rencananya digelar hari ini (20/1). ’’Hasil pertemuan dengan klub kami berikan ke PSSI untuk jadi bahan di rapat Exco. Jadi, keputusan tetap ada di sana,’’ jelasnya. (ard/bah)

Jogja Sport