RADAR JOGJA – Penundaan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021 menyisakan kekecewaan bagi sejumlah rookie. Sebab mereka batal melakoni debut di kompetisi paling elit bola basket tanah air itu. Tak terkecuali rookie Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ).

Seperti diketahui, IBL musim ini sudah dibatalkan menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang dimulai sejak Senin (11/1) hingga 25 Januari mendatang. Praktis, peluang rookie untuk debut di pentas IBL harus tertunda.

Salah satu rookie BPJ Samuel Devin Susanto mengaku kecewa dengan penundaan IBL yang cukup mendadak itu. Bagaimana tidak, kabar penundaan baru diumumkan pihak IBL lima hari jelang tip off yang semestinya dimulai 15 Januari lalu. Padahal, klub sudah melakukan persiapan matang jelang berkompetisi.

“Progres latihan sudah masuk tahap akhir kemarin dan siap buat tanding. Tapi apa boleh buat IBL ditunda karena PSBB ya harus tetap semangat berlatih dan tetap stay safe,” katanya saat dihubungi Radar Jogja, Selasa (19/1).

Meski kecewa, pebasket yang akrab disapa Devin itu legawa dan mencoba berpikir positif. Sebab, karena penundaan itu timnya bisa lebih matang dalam persiapan. Pun demikian pebasket 22 tahun itu bertekad berlatih lebih keras untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Yang pasti, Devin berharap IBL 2021 bisa segera diputar. Terlebih, dengan tidak adanya pemain asing, dia percaya kans untuk bermain lebih besar. Sekaligus membantu BPJ merealisasikan target yang dibidik. “Semoga bisa memberikan yang terbaik untuk tim. Apalagi musim ini IBL tanpa pemain asing jadi kesempatan pemain muda buat menunjukkan skill dan kemampuan mereka,” ujar Devin.

Di IBL musim ini BPJ diperkuat empat rookie. Selain Devin, adapula Avin Kurniawan, Ferdian Ravanelli, dan David Simeone Lavi.

Di tengah ketidakjelasan kompetisi, pelatih kepala BPJ David Singleton tak memberlakukan latihan dengan intensitas tinggi. Pelatih asal Amerika itu mengubah pola latihan seandainya pembatasan aktivitas telah berakhir. “Kami harus memerhatikan psikologis pemain. Nanti kalau sudah tidak ada PPKM kami coba latihan di tempat terbuka agar pemain tidak bosan,” ucap eks pelatih Pacific Caesar Surabaya itu. (ard/bah)

Jogja Sport