RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus digeber latihan jelang menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021. Karena pandemi, latihan diberlakukan dengan prokes ketat. Seperti atlet diwajibkan menggunakan masker, disediakan hand sanitizer, dan dilakukan cek suhu tubuh di venue latihan.

Pun demikian proses latihan juga dilakukan secara terbatas agar tidak menimbulkan kerumunan. “Untuk cabor yang ada di outdoor lebih mudah dilakukan, berbeda dengan mereka yang berada di indoor,” kata Ketua NPC DIJ Hariyanto, kemarin (18/1).

Meski latihan berjalan cukup lancar, Hariyanto berujar sebagian besar paralimpian DIJ mengalami penurunan kondisi fisik. Hal itu terlihat pada atlet yang bergelut di cabang olahraga (cabor) terukur. Sedangkan untuk cabor permainan kondisinya cenderung lebih stabil.

Meski begitu, Hariyanto menyebut penurunan kondisi fisik masih dalam batas wajar. Nah, pekan ini rencananya Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) NPC DIJ akan menyusun daftar paralimpian yang masuk kategori promosi dan degradasi. Harapannya pekan depan ditargetkan sudah ada daftar atlet yang masuk dalam Puslatda tahap 2021. “Kemarin dari laporan itu mudah-mudahan minggu ini tim Binpres bisa merangkum dan menentukan atlet yang potensial di Puslatda,” ujar Hariyanto.

Di luar itu, Hariyanto menjelaskan pemberlakuan pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) di DIJ tidak memengaruhi persiapan atlet. Sebab, sejak awal pandemi tahun lalu para atlet tetap diimbau berlatih secara mandiri di rumah masing-masing.

Usai PTKM rampung, NPC DIJ berharap proses latihan bisa lebih intensif lagi. Mengingat waktu menuju Peparnas Papua XVI 2021 tinggal sembilan bulan lagi. (ard/bah)

Jogja Sport