RADAR JOGJA – Penundaan kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021 membawa kekecewaan bagi seluruh pebasket tanah air. Terlebih, mereka sudah melakukan berbagai persiapan jelang berlaga di kompetisi terelite bola basket Indonesia itu. Salah satunya dirasakan pemain Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) Nuke Tri Saputra.

Ya, dampak penundaan Liga hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan itu merusak rencana Nuke. Sebab, masa kontrak pebasket 26 tahun itu akan habis pada April 2021 mendatang. ”Kalau nggak ditunda, Maret nanti kompetisi selesai dan seharusnya itu menjadi ajang pembuktian tapi malah gagal,” keluhnya.

Hanya saja, terkait masa depannya di BPJ, eks pemain Pacific Caesar Surabaya itu enggan berspekulasi. “Ya, lihat nanti lah ke depannya,” ujarnya. Di luar itu, usai April nanti Nuke ingin fokus menemani pengobatan anak keduanya yang lahir pada Desember 2020 lalu.

Yang jelas, Nuke berharap IBL dapat segera diputar dan bisa rampung sebelum Ramadan. Sebab rencananya IBL bakal dilanjutkan pada Maret dengan menggulirkan tiga seri. Kemudian break di bulan Ramadan dan setelah itu dilanjutkan kembali. “Daripada ada break di bulan Ramadan, menurut saya lebih baik sekalian digulirkan setelah Ramadan. Tapi susah juga karena katanya di tahun ini banyak agenda internasional,” ucap Nuke.

Seperti diketahui, IBL musim 2021 terpaksa ditunda akibat Pemberlakuan Pembatas Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali sejak 11 hingga 25 Januari mendatang. Padahal jika sesuai rencana, IBL musim ini dijadwalkan bergulir mulai 15 Januari di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Di sisi lain, meski kompetisi ditunda, satu-satunya wakil DIJ di IBL itu tak meliburkan skuadnya. Azzaryan Pradhitya cs terus digeber latihan untuk menjaga kondisi pemain tetap fit. “Sebetulnya disituasi seperti saat ini kami sangat membutuhkan pertandingan. Sehingga setidaknya latihan harus tetap jalan untuk menjaga performa pemain,” kata pelatih BPJ David Singleton. (ard/bah)

Jogja Sport