RADAR JOGJA – Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan hasil pertemuan dengan klub peserta Liga 1 berjalan cukup lancar. Dimana, klub memberikan aspirasi dan masukan kepada operator kompetisi.

“Ini selesai pertemuan kami masih rapat internal sekaligus buat laporan ke PSSI. Segera saya informasikan lebih lanjut,” ujar Lukita saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (15/1).

Dalam rapat tersebut, LIB juga menyampaikan jika pihaknya telah mengajukan permintaan 5 ribu paket vaksin kepada gugus tugas Covid-19 Indonesia untuk diberikan kepada klub-klub Liga 1.

Nah, hasil pertemuan klub akan dijadikan bahan PSSI dalam rapat Komite Eksekutif (Exco). Sehingga, induk federasi sepak bola Indonesia itu dapat memutuskan lanjut atau tidaknya kompetisi musim 2020. Awalnya rapat exco direncanakan digelar pada pertengahan Januari ini, tapi diundur lantaran LIB ingin mendengarkan aspirasi dan masukan dari klub terlebih dulu.

Kompetisi sendiri sudah dihentikan sejak Maret 2020 lantaran pandemi Covid-19 yang mulai mewabah di tanah air. Karena penangguhan itu, tak sedikit klub yang terhimpit masalah finansial. Mereka merugi lantaran tak ada pemasukan tiket pertandingan. Juga ditinggal lari sponsor.

Sempat hendak restart pada Oktober 2020, PSSI justru tak mendapatkan izin dari kepolisian jelang beberapa hari kick off. Alasannya karena kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi. Lantas, kemudian PSSI merencanakan kompetisi diputar Februari 2021, hanya sampai saat ini masih belum jelas lantaran federasi urung mengantongi izin kepolisian.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku situasi saat ini memang serba sulit. Namun, pada prinsipnya PSSI dan PT LIB akan mencari solusi yang paling tepat dan komprehensif atas situasi yang terjadi. “Kami menyadari bahwa bergulirnya kompetisi tidak hanya ditunggu oleh pemain, pelatih, atau klub, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Terutama pencinta sepak bola Indonesia,” ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule itu belum lama ini. (ard/bah)

Jogja Sport