RADAR JOGJA – Pengda cabor Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terpaksa menunda pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan masa bakti 2020-2024. Penundaan itu, tak terlepas dari kebijakan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) di DIJ yang diberlakukan sejak Senin (11/1) hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Awalnya kegiatan pelantikan akan dilakukan secara langsung oleh PB PABERSI di Jogjakarta pada hari ini (16/1). “Penundaan ini berdasarkan hasil rapat koordinasi pengurus PABERSI DIJ pada 12 Januari 2021 kemarin, rencana pelantikan dan pengukuhan kami tunda dulu karena adanya PTKM,” ujar Bendahara Umum PABERSI DIJ Dedy Ariyanto, Jumat (15/1).

Karena penundaan itu, lanjut Dedy pihaknya memohon pengertian dari PB PABERSI. Terlebih saat ini masih dalam situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan tatap muka. “Semula pengukuhan dilakukan secara serentak oleh tiga cabor. Selain Pengda PABERSI, adapula Pengda PABSI DIJ serta Pengda PBFI DIJ juga tidak jadi karena kebijakan PB/PP masing-masing,” jelasnya.

Ketua Umum Pengda PABERSI DIJ masa bakti 2020-2024 Reno Chandra Sangaji tak mempermasalahkan penundaan dan menghormati keputusan PB/PP masing-masing. Jika seandainya harus melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus secara tunggal, pihaknya tak keberatan. “Tapi kami terbuka jika ada pengda cabor lain yang ingin melaksanakan prosesi di atas secara bersamaan,” kata Reno.

Seperti diketahui, dalam Rapat Anggota/Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat pada Agustus 2020 lalu, PB Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) resmi dibubarkan. PABBSI yang semula hanya punya satu kepengurusan ini dipecah menjadi tiga. Yaitu Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI), dan Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI), dan PABERSI.

Saat ini Pengda PABERSI DIJ telah menyiapkan SK kepengurusan cabor tingkat kabupaten/kota. Di antaranya untuk Kabupaten Bantul dan Sleman, sedangkan Kota Jogja tengah diproses. Pengda PABERSI DIJ juga mengimbau kepengurusan Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo dapat segera terbentuk. Sebab, sejumlah persiapan tersebut merupakan salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI DIJ. Juga sebagai persyaratan ajang kejuaraan daerah (Kejurda) yang akan dilaksanakan pada Februari 2021 nanti. (ard/bah)

Jogja Sport