RADAR JOGJA – Sudah 10 bulan kompetisi Liga Indonesia dihentikan. Aktivitas latihan pun ditiadakan. Para pemain juga sudah lama diliburkan.

Jenuh? Sudah pasti. Kondisi itu lah yang tengah dirasakan seluruh pesepakbola tanah air. Tak terkecuali winger PSS Sleman Irkham Zahrul Mila.

Lantas, apa yang dilakukan Mila untuk menghilangkan kejenuhan selama kompetisi di stop? “Saya sering ke sawah untuk melihat pepaya yang sudah mulai panen,” katanya, kemarin (14/1).

Pemain 22 tahun itu memang punya usaha perkebunan pepaya California di kampung halamannya di Desa Kalisoka, Tegal, Jawa Tengah. Bisnis itu sudah dirintis sejak awal pandemi tahun lalu.

Selain bisnis perkebunan pepaya, Mila juga punya bisnis fesyen yang diberi nama RWF Cloth. RWF Cloth merupakan singkatan dari right wing forward. Yang berarti penyerang sayap kanan, sesuai posisi Mila dalam sepak bola.

Meski libur panjang, Mila tetap rutin berlatih mandiri untuk menjaga kebugaran. Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini kesehatan tubuh menjadi yang utama. “Saya baru saja dipanggil pemusatan latihan timnas U-22. Jadi, latihan mandiri ini dari hasil yang saya dapat di timnas,” beber eks pemain Persis Solo itu.

Sementara itu, gelandang PSS Jefri Kurniawan memanfaatkan jeda kompetisi dengan menjadi pelatih di sekolah sepak bola (SSB). Maklum, akhir tahun lalu dia bersama pemain PSS lain, I Gede Sukadana usai mengikuti kursus kepelatihan lisensi C di Bali.

“Mumpung ada waktu, akhirnya saya coba untuk melatih anak-anak di SSB. Dengan melatih saya bisa menerapkan ilmu kepelatihan yang saya dapatkan,” ujar pemain 29 tahun itu. (ard/bah)

Jogja Sport