RADAR JOGJA – PSS Sleman sudah punya sejumlah planning jika seandainya kompetisi Liga 1 musim 2020 dibatalkan. Sebagai antisipasi, beberapa program disiapkan manajemen klub berjuluk Super Elang Jawa itu. Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) PSS Marco Gracia Paulo.

Eks CEO Badak Lampung FC itu menjelaskan beberapa contoh program tersebut, di antaranya kegiatan di Omah PSS yang diberi nama Kancane PSS. Program ini merupakan agenda PSS yang berkerja sama mengajak pelaku UMKM untuk berkolaborasi menjalankan unit usaha di Omah PSS.

Kemudian, ada akademi di bawah naungan Development Center PSS yang bakal diresmikan 14 Januari besok. Juga aktivasi digital berupa e-Sport yang tengah dirintis. “Kami juga sudah mulai mempersiapkan kira-kira layout untuk formasi tahun 2021 seperti apa, review mengenai pemain yang ada. Kan harus sudah mulai kami coba dari sekarang,” ujarnya.

Karena itu, Marco tak terlalu khawatir apabila kompetisi harus kembali ditunda, bahkan dibatalkan. Sebab, aktivitas di manajemen masih terus berjalan. “Walaupun klub itu utamanya adalah isi tim yang berkompetisi, tapi seperti yang selalu kami canangkan bahwa PSS adalah sebuah klub yang utuh, bukan hanya tim yang bermain di Liga 1 saja,” kata eks Deputi Sekjen PSSI itu.

Meski demikian, PSS tetap berharap federasi tak berlama-lama lagi dalam menentukan nasib kompetisi. Sebab, dampak penghentian kompetisi selama kurang lebih 10 bulan membuat roda perekonomian klub seret. Tidak ada pemasukan, baik dari sponsor hingga tiket pertandingan. Sedangkan operasional klub terus berjalan.

Di sisi lain, selama kompetisi dihentikan penggawa Super Elja memilih mencari kesibukan lain sembari menjaga kebugaran. Derry Rachman Noor misalnya. Tak jarang bek asal Bontang, Kalimantan Timur, itu mengasah skill dengan mengikuti fun game. “Agar skill merumput terus terasah, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan,” bebernya. (ard/laz)

Jogja Sport