RADAR JOGJA – Kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) sudah diberlakukan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) sejak Senin (11/1) hingga 25 Januari mendatang. Praktis adanya PTKM ini membuat sejumlah kegiatan masyarakat lebih dibatasi.

Kebijakan ini lantas direspons Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ melalui Surat Nomor 009/Um/I/2021 tentang pembatasan kegiatan KONI DIJ. Selain membatasi kegiatan seluruh anggotanya, KONI DIJ juga mengeluarkan aturan yang ditujukan kepada Pengda Cabang Olahraga (Cabor), badan fungsional anggota KONI DIJ, serta tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX DIJ.

Terdapat sejumlah poin penting dalam surat tersebut. Di antaranya meminta seluruh pengurus pengda cabor, badan keolahragaan fungsional, dan tim puslatda PON XX DIJ memerhatikan beberapa hal sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di DIJ.

Pertama, yakni melakukan penerapan disiplin dan penegakan prokes sebagai upaya pencegahan Covid-19 di DIJ. Kemudian, melakukan upaya preventif dengan menggunakan masker, hands sanitizer, hingga meminimalkan jabat tangan.

Selain itu, mereka juga diimbau selalu menjaga kesehatan dengan pemenuhan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Nah, bagi atlet Puslatda PON XX DIJ tetap latihan mandiri selama PTKM dengan mengikuti instruksi pelatih.

“Yang terakhir bagi atlet maupun pelatih Puslatda PON XX DIJ segera melapor ke dokter KONI DIJ jika ada keluhan medis,” pesan Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto. Yang pasti, Djoko sangat berharap semua pihak dapat senantiasa menjaga kewaspadaan selama PTKM berlangsung. (ard/laz)

Jogja Sport