RADAR JOGJA – Pemerintah resmi memberlakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di sebagian wilayah Jawa-Bali sejak Senin (11/1) hingga 25 Januari mendatang. Kebijakan tersebut diambil untuk menekan laju persebaran Covid-19 yang kian masif. Selain DKI Jakarta, kebijakan ini diberlakukan di 23 kabupaten/kota di enam provinsi. Termasuk Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Praktis, adanya PTKM membuat sejumlah kegiatan masyarakat akan lebih dibatasi. Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto menyikapi kebijakan PTKM dengan bijak. “Tentu sebagai bagian dari masyarakat DIJ kita harus mematuhi instruksi gubernur tentang kebijakan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat di DIJ,” ujarnya Senin (11/1).

Nah, terkait kegiatan olahraga di DIJ Djoko berpesan kepada masyarakat, terutama para atlet pemusalatan latihan daerah (puslatda) PON DIJ tetap bersemangat dan menerapkan prokes dengan baik. Sehingga diharapkan tidak memunculkan klaster baru di lingkungan olahraga. “Kami meminta kepada pelatih dan atlet menjaga betul-betul prokes agar tidak muncul problem yang berkaitan dengan Covid-19,” bebernya.

Yang pasti, secara prinsip puslatda tetap berjalan dengan lebih mengetatkan prokes. Terutama cabor game/permainan, sedangkan olahraga perorangan menurut Djoko, saat ini cabor sudah menerapkan prokes dengan ketat. “Secara formal kami mengirim informasi terkait PTKM secara tertulis, sehingga dipastikan kepada semua atlet dan pelatih punya pegangan yang utuh,” terang Djoko.

Di luar itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu tak mempermasalahkan masyarakat umum menjalankan kegiatan olahraga di tengah pemberlakuan PTKM. Asal jangan abai prokes dan tetap menjaga diri.

Sementara itu, salah satu pelatih puslatda dari cabor panjat tebing Sultoni Sulaiman merespons PTKM dengan positif. Adanya kebijakan itu, pihaknya secara langsung mengintruksikan anak didiknya untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Atlet diminta untuk waspada dan memberlakukan prokes lebih ketat. (ard/bah)

Jogja Sport