RADAR JOGJA – Akibat ketidakpastian kompetisi membuat sejumlah klub memilih membubarkan tim. Beberapa di antaranya dilakukan Persipura Jayapura, Madura United, hingga PSMS Medan. Langkah tersebut diambil lantaran klub sudah lelah menjadi korban ketidakjelasan PSSI dan PT LIB.

Terkait kondisi itu, Direktur Utama PSS Sleman Marco Gracia Paulo turut angkat bicara. Eks CEO Badak Lampung FC itu menyebut pembubaran tim merupakan konsekuensi logis karena dampak kompetisi yang belum jelas. Klub benar-benar dalam kondisi terjepit lantaran tak ada pemasukan yang didapat selama kompetisi di setop. “Pukulan telak bagi tim adalah ketidakjelasan. Semua klub sudah berdarah-darah, ibarat pertolongan tapi nggak datang-datang,” ujarnya (10/1).

Menurut Marco secara mental dan finansial sudah pasti menjadi pukulan berat bagi kontestan klub. Hal itu diperparah lagi karena sampai saat ini PSSI tak kunjung memberikan kepastian. “Kami juga cukup prihatin dan simpati tapi saya rasa semua ini yang kita hadapi bersama,” katanya.

Meski demikian, PSS belum berniat untuk membubarkan tim. Marco menegaskan pihaknya tetap berkomitmen. Sembari menanti keputusan resmi federasi. “Kami sudah mempersiapkan plan-plan sampai yang terburuk. Jadi bersyukur kami masih bisa komit sampai hari ini,” ungkap Marco.

Disisi lain, dalam waktu dekat PSSI berencana menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk menentukan nasib kompetisi Liga. “Rapat hanya akan membahas terkait lanjut atau tidaknya kompetisi,” ucap Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi belum lama ini.

Hasil di rapat exco tentu sangat dinantikan oleh seluruh pelaku sepak bola. Sebab, keputusan tersebut menjadi acuan rencana tim ke depan. Namun, Marco menilai langkah tersebut sudah sangat terlambat. “Seharusnya rapat digelar Desember tahun lalu saat belum ada tanda-tanda izin turun dari kepolisian, kalau perlu rapat darurat tetapi saya paham mungkin ada pertimbangan lain dari PSSI. Saya berharap kali ini walaupun harus menunggu lagi tapi semoga menghasilkan keputusan terbaik,” harapnya. (ard/yog)

Jogja Sport