RADAR JOGJA – PSSI berencana menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pada pertengahan bulan ini. Rapat digelar untuk menentukan nasib kompetisi Liga Indonesia. “Rapat hanya akan membahas terkait lanjut atau tidaknya kompetisi,” kata Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Hasil di rapat Exco tentu sangat dinantikan seluruh pelaku sepak bola. Baik klub, pemain, dan pelatih. Sebab, keputusan itu menjadi acuan rencana tim ke depan.

“Harapan PSS rapat Exco PSSI menghasilkan sikap tegas tentang kompetisi dilanjutkan atau tidak. Klub tidak bisa dibiarkan dalam posisi menanti dan menanti seperti sekian bulan ini. Beban yang ditanggung klub sudah sangat berat,” tegas External Relations PSS Sleman Yohanes Sugiyanto.

PSSI sendiri awalnya merencakan kompetisi kembali diputar awal Februari 2021. Hanya saja, rencana itu sepertinya sulit terealisasi. Terlebih, pekan depan pemerintah bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa-Bali, 11-25 Januari mendatang.

Dengan kebijakan itu, praktis, PSSI bakal semakin sulit mendapatkan izin penyelenggaraan. Padahal selama ini tanpa PSBB izin kepolisian saja sudah sangat susah didapat.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjelaskan, PSSI sudah bekerja sangat maksimal demi terlaksananya kompetisi. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu berujar, PT LIB selaku operator liga telah tiga kali bersurat kepada Polri. Namun, hasilnya tetap nihil.

“Pertama menjelang rencana kick off 1 Oktober 2020. Kemudian bersurat lagi pada awal November 2020. Terakhir bersurat untuk memohon agar Liga 1 dan 2 bisa berputar pada akhir Januari atau awal Februari 2021,” ujarnya.

Di sisi lain, seandainya bisa dilanjutkan, Iwan berjanji kompetisi akan diberlakukan dengan prokes ketat. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sebelumnya, panduan prokes kompetisi juga sudah dibuatkan regulasinya. Namun jika harus berhenti, kompetisi akan dilanjutkan untuk musim 2021. (ard/laz)

Jogja Sport