RADAR JOGJA – Kekosongan kompetisi tak lantas membuat pesepakbola berleha-leha. Mereka tetap menjalankan kewajiban sebagai pemain profesional. Yakni berlatih rutin untuk menjaga kondisi. Di antaranya dilakukan para penggawa PSS Sleman.

Kompetisi Liga Indonesia memang sudah cukup lama vakum. Kondisi ini membuat pemain jenuh dan stres. Meski begitu, mereka mencoba bersabar sembari menunggu kabar baik dari PSSI dan PT LIB selaku operator kompetisi.

“Terus terang situasi ini bikin pusing pemain. Harapan saya kompetisi harus berjalan, soalnya banyak pemain yang mencari nafkah untuk keluarga di bola,” kata penjaga gawang PSS Hendra Molle saat dihubungi Radar Jogja Jumat (8/1).

Di tengah ketidakjelasan kompetisi, Hendra tak mengendorkan semangat latihan. Kiper 26 tahun itu tetap berlatih rutin di kampung halamannya di Ternate, Maluku Utara. Menu latihan banyak diisi dengan jogging dan gym. “Kalau untuk teknik materi tetap dari Pelatih Kiper Listianto (Raharjo) yang saya terapkan selama latihan,” paparnya.

Meski begitu, diakuinya latihan tersebut tidak bisa berjalan maksimal. Sebab, latihan mandiri dengan latihan tim tentu berbeda. “Latihan seperti ini jelas tidak bisa 100 persen stabil. Kadang terasa malas juga karena liga belum jelas,” keluh eks pemain Sriwijaya FC itu.

Sama seperti Hendra, bek kiri PSS Samsul Arifin juga terus menjaga kondisi fisik dengan aktif berlatih di pusat kebugaran. Di luar itu, pemain 29 tahun itu juga disibukkan dengan sederet aktivitas lain. Salah satunya mendampingi latihan anak-anak usia dini di tanah kelahirannya, Pasuruan, Jawa Timur. “Saya membantu anak-anak latihan di SSB El-Suryanaga Pasuruan,” ujar Samsul.

Di tahun ini Samsul ingin tetap konsisten dan produktif. Dengan harapan bisa membantu Super Elang Jawa -julukan PSS- lebih berprestasi. “Tentunya pengin memberikan yang terbaik, karena PSS sudah percaya dan mengontrak saya,” tekadnya.

Sementara kiper utama PSS Ega Rizky juga konsisten berlatih mandiri. Ega tak ingin kualitas permainan dan fisiknya menurun. Di luar itu, bapak satu anak itu berencana berwirausaha guna mengisi waktu luang. Terlebih, kompetisi juga belum jelas.

“Ada keinginan membuka usaha, namun belum ada ide. Jadi saat ini banyak menjalin silaturahmi dengan teman-teman agar menemukan ide,” beber pemain kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, itu.

Skuad PSS sudah diliburkan sejak tahun lalu. Tepatnya pada 19 Oktober 2020. Karena libur panjang, para pemain memilih pulang kampung. Tak hanya pemain lokal, para pemain asing juga demikian. (ard/laz)

Jogja Sport