RADAR JOGJA – Kompetisi Liga Indonesia sudah dihentikan cukup lama. Karena tak adanya kejelasan, beberapa klub bahkan memilih untuk membubarkan tim. Seperti dilakukan PSMS Medan dan Madura United. Sikap tersebut diambil lantaran klub sudah lelah menjadi korban ketidakjelasan PSSI dan PT LIB.

Di sisi lain, tak sedikit pula pelaku sepak bola yang mendesak PSSI membatalkan kompetisi musim 2020. Apalagi, gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia juga ditunda tahun ini. Sehingga, tak ada alasan PSSI maupun LIB untuk melanjutkan kompetisi.

Menyikapi hal tersebut, pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara memilih santai. Artinya, dia tetap melihat perkembangan situasi ke depan. Meski sebelumnya eks pelatih PSS Sleman itu setuju jika kompetisi dibatalkan. Seto ingin PSSI fokus menyiapkan kompetisi musim 2021 saja.

Disinggung terkait nasib tim, Seto mengaku tak tahu pasti. Apakah dalam waktu dekat bakal dibubarkan atau tidak. Sebab, hingga kini memang belum ada pembicaraan dengan manajemen. “Kalau itu (membubarkan tim, Red) menunggu keputusan manajemen,” katanya, Selasa (5/1).

Yang pasti, pelatih berlisensi AFC Pro itu berharap segera ada kabar baik dari PSSI. Terlebih di situasi seperti saat ini, hanya kepastian yang dinantikan semua klub. “Jadi kalau harapan dari semua pelatih juga kejelasan lah yang paling penting,” ujarnya.

Skuad PSIM sendiri sudah diliburkan sejak Oktober 2020 lalu. Sejak vakum, seluruh pemain memilih pulang kampung. Hanya, mereka diimbau tetap menjaga kondisi fisik di rumah masing-masing.

Harapan yang sama juga diungkapkan Manajer PSIM David MP Hutauruk. Entah dibatalkan atau dilanjutkan, David ingin federasi segera memberikan kepastian. Namun, jika seandainya kompetisi nanti dilanjutkan, dia berharap kick off kompetisi tidak diumumkan secara mendadak. (ard/bah)

Jogja Sport