RADAR JOGJA – National Paralympic Committee (NPC) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) usai menggelar program promosi degradasi (prodeg) atlet pemusatan latihan daerah (puslatda). Program prodeg dilakukan sebagai persiapan jelang menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Ketua NPC DIJ Hariyanto mengatakan, program prodeg yang berlangsung pada Desember 2020 itu berjalan dengan baik. Hanya saja, dari total delapan cabang olahraga (cabor), satu di antaranya yakni panahan urung mengikuti seleksi.
Hariyanto berujar selain melakukan evaluasi atlet puslatda, sistem prodeg juga sekaligus memberikan peluang bagi atlet-atlet di luar puslatda dari seluruh kabupaten dan kota di DIJ. ‚ÄĚSecara umum hasil pelaksanaan prodeg Desember lalu masih ada beberapa catatan karena latihan mandiri jadi evaluasi juga yang kami proyeksikan, tapi ada yang menurun,” jelasnya.

Tentunya dengan adanya beberapa catatan tersebut, menjadi PR NPC DIJ untuk mengembalikan top performa atlet sebelum berlaga di ajang Peparnas. Di samping itu, karena pandemi beberapa mekanisme juga diterapkan di program prodeg. Artinya, hanya atlet terbaik yang dapat berkompetisi mewakili Kota Gudeg.

Nah, usai prodeg ini NPC DIJ akan melanjutkan program puslatda peparnas. Nantinya seluruh atlet akan kembali di evaluasi di bulan April, sebelum proses entry by number Peparnas. “Kami juga masih menunggu kepastian nomor yang akan digelar di ajang Peparnas. Sehingga kami bisa menyesuaikan atlet yang akan berangkat di ajang tersebut,” papar Hariyanto. (ard/bah)

Jogja Sport