RADAR JOGJA – Hingga awal Januari 2021 ini belum ada tanda-tanda kompetisi Liga Indonesia akan diputar kembali. PSSI dan PT LIB urung mendapatkan lampu hijau dari kepolisian. Padahal Izin dari pihak keamanan menjadi poin penting untuk bisa menggelar kompetisi.

Menyikapi hal tersebut, pelatih PSS Sleman Dejan Antonic berharap segera ada keputusan terbaik untuk nasib kompetisi. Sebab, sudah hampir 10 bulan semua klub terkatung-katung menunggu ketidakpastian dari federasi. “Semoga cepat ada izin atau masih harus kami tunggu lagi, padahal ini sudah masuk tahun baru,” ujar pelatih asal Serbia itu Minggu (3/1).

Eks pelatih Madura United itu mengatakan ketidakjelasan kompetisi membuat program tim tak bisa berjalan. Skuad PSS pun sudah diliburkan sejak Oktober 2020 lalu. “Apapun kami (tim) bisa bikin rencana untuk ke depan. Tapi itu pasti failed kalau federasi belum kasih kepastian,” keluhnya.

Meski demikian, seandainya kompetisi diputar Februari 2021, dia meminta semua pihak mempertimbangkan persebaran Covid-19 yang masih merebak di tanah air. Artinya, lanjut dia, diharapkan Liga berjalan dengan memberlakukan prokes ketat.

Sementara itu, striker asing PSS Yevhen Bokhashvili mengaku sangat merindukan Indonesia dan Sleman. Harapan dan keinginannya masih belum berubah, yakni ingin kompetisi di Indonesia kembali bergulir. Terlebih, dia masih memiliki ikatan kontrak hingga akhir 2021 bersama Super Elang Jawa -julukan PSS. Dia pun lalu membandingkan dengan kondisi liga di negaranya yang sudah lama diputar kembali. “Di Ukraina semua kompetisi berjalan, semoga Liga di Indonesia segera berjalan,” paparnya.

Saat ini penyerang asal Lviv itu masih berada di Ukraina. Baha, sapaannya sedang menikmati waktu bersama keluarga besarnya. Sekaligus menemani sang istri yang tengah mengandung. Meski libur panjang, Baha tetap rajin menjaga kondisi dengan pergi ke gym atau berenang. Diakuinya dua kegiatan tersebut menjadi rutinitasnya saat tak berlatih bersama tim Super Elja selama ini. (ard/pra)

Jogja Sport