RADAR JOGJA – Kurang dari dua pekan tip off Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021 bakal dimulai. Tepatnya pada 15 Januari mendatang. Kompetisi yang rencananya digelar di Mahaka Square Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara itu akan menerapkan konsep gelembung atau bubble.

Sama seperti NBA, sistem gelembung diterapkan lantaran kompetisi digelar di tengah pandemi Covid-19. Dengan format ini, para pemain dan ofisial tidak diizinkan keluar dari zona yang ditentukan.

Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) David Singleton berharap anak asuhnya cepat beradaptasi dengan penerapan sistem tersebut. Terlebih, menurutnya menjalani kegiatan dalam batasan ruang akan sangat membosankan bagi para pemain. “Hal itu juga akan dihadapi pelatih dalam menjaga mood pemain tetap bagus di tengah bergulirnya kompetisi dalam sistem gelembung,” katanya.

David sendiri tak asing dengan sistem gelembung. Sebab pelatih 33 tahun itu sebelumnya punya pengalaman saat di The Canadian Elite Basketball League, Kanada. “Jadi saya agak memahami aspek mentalnya, ketika semua tim berada di satu hotel yang sama,”ujarnya. “Kami bertemu satu sama lain saat sedang makan dan bertemu sepanjang waktu. Harus jauh dari keluarga, sedikit kebebasan direnggut karena anda benar-benar tidak bisa bergerak atau pergi keluar seperti biasanya,” imbuhnya.

David juga berharap, operator kompetisi turut memerhatikan keperluan kontestan klub. Utamanya di hotel tempat pemain menginap. “Semoga operator dapat membantu menyiapkan berbagai hal di hotel, seperti game, makanan yang bervariasi, tukang cukur untuk pemain,” papar eks pelatih Pacific Caesar Surabaya itu.

Karena pandemi, kompetisi akan diberlakukan dengan prokes ketat. Selain seluruh pemain, ofisial diwajibkan berada di zona yang ditentukan, operator kompetisi juga akan menyiapkan ruangan khusus untuk isolasi mandiri. Pun demikian jika ada klub yang tidak mematuhi prokes selama IBL berjalan, operator kompetisi tak segan memberikan sanksi.

Di IBL musim 2021, BPJ tergabung di grup merah bersama Pelita Jaya Bakrie, Louvre Surabaya, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga, dan Bali United Basketball. Sedangkan grup putih dihuni oleh NSH Mountain Gold Timika, Satria Muda Pertamina, Prawira Bandung, Amartha Hangtuah, West Bandits Solo, dan Indonesia Patriots. (ard/yog)

Jogja Sport