RADAR JOGJA – DUNIA sepak bola, apalagi sepak bola Tanah Air dirasa masih belum begitu bersahabat dengan para pekerja perempuan. Artinya, perempuan yang mengisi pos-pos pekerjaan di dunia sepak bola Indonesia masih sangat minim.

Kendati demikian, ada beberapa perempuan yang berani menembus batas-batas itu dan mau menjalani karier di dunia sepak bola. Nuru Syifa salah satunya.
Sejak Agustus lalu, Syifa, begitu ia akrab disapa menempati posisi media and stakeholder relations di salah satu klub kebanggaan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), PSS Sleman.

Tugas Syifa tergolong tidak mudah. Ia harus menjalani relasi yang baik dengan media massa, para sponsor, dan tentu saja para suporter dari Super Elja – julukan PSS Sleman.

Kendati demikian, Syifa mengaku menikmati pekerjaannya itu. “Saya enjoy sih kerja di PSS,” katanya.

Syifa yang kelahiran Bogor, Jawa Barat mengaku baru pertama kali ini bekerja di DIJ. Ia pun mengaku tidak memiliki keturunan Jawa. Hal itu yang membuatnya kerap kebingungan ketika mendengarkan obrolan rekan-rekan kerjanya yang lain di PSS Sleman. “Kadang bingung, tapi sitik-sitik iso lah,” katanya sembari tertawa.

Syifa mengaku sudah lama menyukai dunia sepak bola. Namun, Syifa mengakui menyukai olah raga ini justru bukan karena permainannya. Namun, apa yang terjadi di belakang layar.

Itu juga yang membuatnya menjadi manajer tim sepak bola ketika ia berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Kendati Syifa juga mengaku cukup sering bermain futsal ketika ia masih kuliah. “Dulu seringnya futsal, tapi pernah jadi manajer tim bola jurusan gitu,” akunya.

Sedikitnya wanita yang terlibat dalam dunia sepak bola Indonesia, membuat Syifa semakin tertantang untuk terus berkarier di dunia kulit bundar. Bahkan, Syifa sudah memiliki harapan-harapan yang ingin ia wujudkan di masa depan.
Termasuk bisa berkontribusi di level nasional. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa berkarir di dunia sepak bola internasional. “Harapan tentu ada, mungkin bisa gabung ke PSSI di masa depan, ikut berkontribusi ngurusi tim nasional,” harapnya.

Kendati demikian, saat ini fokus Syifa 100 persen untuk PSS Sleman. Apalagi menurut dia, PSS sedang bergerak ke arah yang bagus menuju klub yang benar-benar profesional (kur/bah)

Jogja Sport