RADAR JOGJA – Berbagai kegiatan dilakukan pesepak bola di tengah ketidakpastian kompetisi Liga Indonesia. Mereka mencari kesibukan sembari menjaga kebugaran agar tetap fit. Sederet aktivitas yang dilakukan pun tak jauh dari lapangan hijau.

Penyerang PSIM Jogja T.A Musafri misalnya. Selama libur, pemain 38 tahun itu tak melupakan tugas sebagai atlet profesional. Yakni, menjaga kondisi fisik. Terkadang, pemain kelahiran Ternate, Maluku Utara itu juga mengasah skill bareng tim di kampung halaman.

”Biasanya happy game saja. Kalau latihan mandiri online sama tim sih nggak ada,” katanya kepada Radar Jogja, Kamis (31/12).
Yang jelas, menurut Musafri menjaga kebugaran adalah suatu kewajiban bagi seorang atlet. Di luar itu, aktivitas lain yang dilakukan yakni menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.

“Kalau dirumah saya bantu buat tugas anak-anak secara daring, paling itu sih. Intinya lebih banyak kumpul sama keluarga,” paparnya.
Belum lama ini eks pemain timnas Indonesia itu juga usai mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC di Bali. Kursus tersebut diikuti puluhan pesepak bola tanah air. Banyak pengalaman dan manfaat yang dia dapat selama mengikuti pelatihan. Selain teori, juga praktek langsung dari para mentor.

Meski demikian, Musafri belum berencana untuk menjadi pelatih dalam waktu dekat ini. Yang pasti, menurut dia banyak sekali anak bangsa yang membutuhkan pelatih berkualitas untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Terutama usia dini atau usia muda. ”Itu yang kemudian membuat saya tertarik untuk menjadi pelatih,” ujarnya.

Nah, pada 2021 ini eks pemain Sriwijaya FC itu berharap keadaan dapat berjalan normal kembali. Pun demikian pandemi Covid-19 diharapkan segera teratasi. Sebab, sudah cukup lama aktivitas sepak bola tanah air terpaksa terhenti akibat pandemi. ”Mudah-mudahan ada kejelasan Liga di tahun ini. Ada kabar bulan Februari diputar tapi semua kan belum pasti,” ucapnya.

Skuad PSIM sendiri sudah diliburkan sejak Oktober 2020. Penggawa Laskar Mataram -julukan PSIM- diliburkan hingga batas waktu yang belum di tentukan. Atau sampai ada kejelasan kompetisi dari PSSI dan PT LIB. Selama libur tak ada program latihan khusus dari tim pelatih, tapi mereka hanya diminta menjaga kondisi. (ard/bah)

Jogja Sport