RADAR JOGJA- Sebanyak 45 peserta mengikuti audisi Kancane PSS  (30/12) di Omah PSS.

Direktur Keuangan  PSS Andy Wardhana mengatakan, “audisi ini bertujuan untuk menyeleksi para pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) di DIJ dan sekitarnya untuk dapat bermitra dengan PSS di Omah PSS,” ujarnya,

Para peserta melakukan presentasi produk, refleksi bisnis di masa depan, menyajikan profil dan keunggulan produk yang mereka jual. Jenis usahanya juga beragam.

Ada UMKM berbasis makanan atau minuman seperti angkringan, usaha rumahan, katering, makanan cepat saji, cafe, warung kopi hingga minuman tradisional.

Andy menambahkan bahwa banyak juga peserta yang menjual produk non-makanan atau minuman. Seperti di antaranya jasa mencuci sepatu, konveksi, sablon hingga produksi merchandise.

Pada umumnya mereka berharap bisa menjadi mitra PSS, bekerja sama dan mendapatkan bantuan dalam hal pemasaran maupun pengembangan usahanya.

“yang menarik dari audisi ini adalah ternyata banyak juga sosok-sosok yang mendadak jadi pengusaha karena pandemi Covid-19. Mereka memiliki kreativitas dan semangat yang patut diacungi jempol,” tambahnya.

Ada beberapa kriteria yang dinilai untuk dapat lolos menjadi tenant atau rekan bisnis di Omah PSS. Di antaranya, harus mengandung nilai kearifan lokal.

“Inovasi mengembangkan kandungan kearifan lokal itu harusnya punya nilai jual yang tinggi. Tinggal bagaimana dipasarkan,” kata Andy.

Ketertarikan masyarakat untuk mengikuti Kancane PSS terbilang cukup tinggi. Bahkan, bukan hanya warna Sleman saja, peserta audisi juga ada yang datang dari Semarang.

Karena itu, ke depannya PSS akan mengadakan audisi Kancane PSS untuk Omah PSS di tahap 2 agar bisa mengajak kerjasama lebih banyak UMKM di sini.

“Nantinya ada tahap kedua kolaborasi UMKM dengan PSS, yakni sinergi untuk mebantu produk mereka, dengan memperkenalkan dan memasarkannya. Berikutnya di kolaborasi tahap ketiga mensinergikan dengan usaha-usaha besar yang bermitra dengan PSS,” jelas Andy (sky)

Jogja Sport