RADAR JOGJA – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) terus bergeliat di bursa transfer jelang kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim 2021. Terbaru mereka mendatangkan legenda basket Indonesia Muhammad Isman Thoyib. Pemain veteran yang sudah mengoleksi enam gelar juara liga basket pro dan tiga medali perak bersama timnas basket Indonesia itu dikontrak selama semusim.

Thoyib menjadi rekrutan keempat BPJ. Sebelumnya tim kebanggaan Kanca Bima sudah mendaratkan beberapa pemain, di antaranya Rachmad Febri Utomo, Indra Muhammad, dan Galank Gunawan.

Presiden klub Edy Wibowo mengatakan alasan merekrut Thoyib karena pengalaman dan kualitas yang tak diragukan lagi. Selain itu, pebasket 37 tahun itu dinilai sangat low profile. “Pertama kali ngobrol saat ketemu Thoyib, kami langsung merasa mempunyai tujuan sama. Makanya kami tidak pikir panjang untuk mengajak dia bergabung. Thoyib menyempurnakan tim ini,” katanya kemarin.

Manajer BPJ Dyah Ayu Pratiwi menuturkan kembalinya Thoyib ke dunia basket, itu murni pendekatan Presiden klub. Sebab awal pertemuan dengan Thoyib, manajemen hanya membahas soal Bima Perkasa Academy. “Jadi Mas Thoyib dulu ke Jogja, lalu dr Edy bertemu di Semarang, Klaten, dan Jogja. Dari manajemen sebenarnya waktu itu sedang mencari pemain muda, dan awalnya sama Mas Thoyib lebih banyak soal akademi,” beber manajer yang akrab disapa Tiwi itu.

Thoyib mengawali karir basket profesional di Aspac Jakarta pada 2003 silam. Selama 11 tahun membela Aspac, pebasket kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu pensiun tahun 2014 karena diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah di bagian Program Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP). Setelah semusim absen, Thoyib come back di IBL musim 2016 bersama CLS Knights, Surabaya. Dia menjadi salah satu pemain penting yang membantu CLS menjuarai Liga.

Setelah membawa CLS juara, Thoyib kembali pensiun. Dua tahun berselang dia kembali berseragam Stapac di Gojek Tournament 2018 lalu sekaligus membawa tim pertamanya itu menjadi kampiun. Berlanjut ke musim kompetisi 2018/19, Thoyib tampil maksimal. Gaya permainan dan fisiknya pun masih oke. Di musim reguler dia mencetak 0,3 PPG, 2,1 RPG, 0,13 APG, kemudian di playoff menyumbang 0,2 PPG, 1,2 RPG, 0,2 APG lalu menorehkan gelar juara bagi Stapac. (ard/pra)

Jogja Sport