RADAR JOGJA – Satu per satu pemain Liga 1 memilih pergi dari klub menyusul ketidakjelasan kompetisi Liga Indonesia. Maklum, sudah hampir sembilan bulan liga ditangguhkan. Praktis, tak ada aktivitas sepak bola tanah air sejak Maret lalu.

Apalagi, selama kompetisi di setop, para pemain harus menerima pemotongan gaji besar-besaran dari klub. Belum lagi masalah kontrak yang mayoritas habis Desember 2020. Sehingga tak sedikit pemain asing maupun lokal yang memilih berkarir ke luar negeri.

Meski begitu, Direktur Utama PSS Sleman Marco Gracia Paulo menegaskan bahwa para pemain Super Elang Jawa -julukan PSS- aman hingga Februari 2021. Sebab, belum lama ini manajemen Super Elja telah memperbarui seluruh kontrak pemain yang habis Desember ini.

“Pemain kami rata-rata sudah sign perpanjangan kontrak. Tapi lagi-lagi saya paham sekali, khususnya pemain asing karena mereka pemain profesional yang butuh kepastian jadi kami berkomunikasi erat juga dengan mereka,” ujar Marco, Selasa (15/12).

Marco menuturkan hingga saat ini belum ada pemain asing yang berencana meninggalkan Laskar Sembada. Menurutnya, semua pemain tetap berkomitmen untuk membela PSS. Terlebih, beberapa pemain punya durasi kontrak lebih dari setahun. ”Sampai hari ini belum ada yang datang ke kami bilang mau pindah atau apapun. Jadi kami percaya semoga tetap bisa bertahan 100 persen,” beber eks CEO Badak Lampung FC itu.

Nah, terkait kemungkinan penggawanya hengkang, Merco tak mempermasalahkan. Artinya manajemen PSS tak akan menghalang-halangi siapapun anggota skuad untuk berkarir ke klub lain. “Kami nggak ada masalah, tapi kan mereka terikat kontrak dengan kami. Jadi komunikasinya harus ke manajemen klub, kami sih terbuka saja dalam artian kan belum tentu kami iyakan dan ya bukan berarti kami terus mau bilang semua klub jangan ganggu pemain kami, tentu tidak,” tandasnya.

Yang pasti, eks Deputi Sekjen PSSI itu yakin sebagai profesional penggawa PSS tahu kewajiban yang harus dilakukan. Dia juga percaya dengan semua program yang ada, pemain akan merasa bahwa PSS adalah rumah mereka.

Sementara itu, bek PSS Arthur Irawan berujar semua pemain tak sabar kembali berkompetisi. Mereka sudah merindukan atmosfer juga suasana latihan tim. Hanya saja, terkait masalah kontrak bek asal Surabaya itu enggan berkomentar. ”Kalau mengenai gaji atau kontrak mungkin bisa tanya manajamen saja. Yang jelas kami (pemain) berharap segera bisa main lagi, semoga habis tahun baru tim bisa berkumpul,” harapnya. (ard/bah)

Jogja Sport