RADAR JOGJA – PSS Sleman semakin serius mengelola pembinaan pemain usia muda. Keseriusan itu ditunjukkan dengan rencana manajemen mempersiapkan lapangan latihan akademi di daerah Prambanan, Sleman.

Meski pandemi, aktivitas latihan akademi tetap berjalan sejak September lalu. Latihan tersebut dilakukan guna mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tahun 2021. Total ada lebih dari 70 pemain yang berstatus trial dan berlatih secara mandiri di tim Super Elang Jawa Muda.

Tak dipungkiri terhentinya kompetisi usia muda memang sangat merugikan. Sebab tidak ada medium bertanding kelompok usia secara kompetitif. Alhasil tim hanya memberlakukan latihan ringan sembari menunggu kepastian kompetisi. “Tapi di sisi lain ada keuntungan yang kami dapatkan yakni dapat mengembangkan dan bereksperimen tanpa dikejar kompetisi,” ujar Kepala Development Center PSS Guntur Cahyo Utomo.

Guntur mengatakan peran penting akademi sepak bola tak hanya dilihat dari aspek pembinaan. Tapi juga pengembangan bisnis sebuah klub. “Memang dibutuhkan modal banyak untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional. Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah klub tidaklah sedikit,” katanya.

Eks asisten pelatih timnas U-19 itu menuturkan tim Development Center PSS juga menyiapkan buku bertajuk Super Elja Method. Buku tersebut merupakan panduan mengembangkan pemain terutama dalam tataran teknis.

“Buku itu nantinya bisa disebarluaskan agar ada keseragaman, terutama untuk sepakbola di akar rumput. Semoga akhir Desember 2020 buku itu sudah selesai cetak,” ucapnya. (ard/yog)

Jogja Sport