RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogja (DIJ) menyambut baik sejumlah perubahan kebijakan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) KONI Pusat. Hal itu seperti yang ditetapkan dalam kegiatan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang digelar KONI Pusat secara virtual, Senin (7/12).

Salah satunya kebijakan tersebut yakni terkait perpanjangan masa bakti kepengurusan Anggota KONI Pusat yang akan berakhir pada tahun 2021 mendatang. Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIJ Nolik Maryono menjelasakan apabila terdapat KONI Provinsi/daerah, Pengurus Besar (PB), maupun Pengurus Pusat (PP) cabor yang berakhir masa kepengurusannya.

Sekaligus bersamaan dengan ajang olahraga multievent besar skala nasional seperti PON. Sehingga dapat diperpanjang sampai dengan enam bulan setelah PON. “Aturan ini sebelumnya mencantumkan dapat diperpanjang hingga tiga bulan,” ujarnya usai mengikuti Musornaslub.

Dalam Musornaslub kemarin juga ditetapkan bahwa ketua umum (Ketum) pengurus cabor dan badan fungsional anggota KONI diperkenankan untuk dipilih sebanyak tiga kali. “Dengan persyaratan tambahan jika dalam kegiatan pemilihan ketum ini tidak terdapat calon figur lainnya yang dapat dipilih. Juga harus memiliki dukungan 75 persen dari anggota cabor maupun badan fungsional,” katanya.

Disisi lain, kebijakan krusial lain yang tetap dan tidak berubah juga ditegaskan dalam kegiatan Musornaslub. Yakni perihal larangan rangkap jabatan secara vertikal maupun horizontal. Terutama untuk unsur pimpinan dalam sebuah organisasi olahraga baik KONI Provinsi/Daerah maupun cabor. Dalam AD & ART KONI telah tercantum dan dijelaskan sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan pihaknya akan mengembalikan kepada Anggota KONI DIJ terkait dengan pengajuan perpanjangan masa bakti kepengurusan tersebut. Sebab, masa bakti Kepengurusan KONI DIJ akan habis pada tahun 2021 mendatang. (ard/pra)

Jogja Sport