RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) berencana menggelar Musyawarah Olahraga Daerah (Musorda) pada awal tahun depan. Hal itu tak terlepas dari masa kepengurusan KONI DIJ yang akan habis pada April 2021 mendatang.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan Musorda. Salah satunya yakni agar kepengurusan selanjutnya masih memiliki waktu untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan, keputusan itu juga diambil berdasarkan aturan dan arahan dari KONI pusat dalam rapat anggota tahunan (RAT). ”KONI Pusat sempat menyarankan untuk diperpanjang sampai PON selesai. Tapi masa perpanjangan di AD/ART itu enam bulan dari kepengurusan habis,” ujarnya. Sehingga jika diperpanjang akan habis pada Oktober atau saat PON tengah berlangsung.

Nah, dengan keputusan ini Djoko juga telah melakukan koordinasi awal dengan Bidang Organisasi KONI DIJ. Sebab, untuk pemilihan ketua umum ada sejumlah tahapan dan syarat yang harus dipenuhi.

Di sisi lain, seandainya kepengurusan periode ini diperpanjang, KONI DIJ harus menyusun program tambahan untuk satu tahun kedepan. Atau sampai pelaksanaan PON rampung. “Laporan kegiatan juga nantinya sampai akhir tahun. Jadi kami akan membuat anggaran baru untuk tambahan periode ini, itu pasti sulit. Program baru, anggaran baru, dan pertanggungjawaban baru selama masa tambahan ini,” kata Djoko.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi KONI DIJ Nolik Maryono menambahkan meski masa pandemi, kegiatan Musorda nantinya digelar tatap muka dengan skala terbatas. Tentunya dengan memerhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Kalau digelar secara virtual dikhawatirkan akan ada masalah teknis yang membuat pelaksanaan Musorda tidak maksimal,” jelasnya. (ard/bah)

Jogja Sport