RADAR JOGJA – Menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021, tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus digembleng latihan. Karena masih dalam persiapan umum, latihan pun difokuskan untuk peningkatan kondisi fisik serta teknik. Seperti dilakukan tim sepatu roda DIJ.

Pelatih Puslatda Sepatu Roda DIJ Sugeng Lasono mengatakan, latihan berjalan cukup baik. Bahkan dia menyebut progres latihan sudah mencapai 70 persen. “Kalau dipersentase 70 sampai 80 persen lah, karena meski pandemi anak-anak tetap latihan mandiri dan di klub masing-masing. Jadi latihan bersama ini kami tinggal melanjutkan saja,”  ujarnya saat ditemui usai latihan di kompleks Mandala Krida, Selasa pagi (26/11).

Hanya tak dipungkiri akibat pandemi Covid-19 sempat membuat persiapan terganggu. Salah satunya karena sepatu roda batal menjalani try out atau uji coba yang berlangsung di GOR sepatu roda Sunter (Jirta), Jakarta Utara. Padahal, menurut Sugeng, uji coba itu sangat penting untuk mengukur hasil latihan atlet.

“Kalau mau lihat seberapa kekuatan tim, sebetulnya kami belum bisa tentu ya, karena belum ketemu musuh, misal dengan si A si B kan kami belum tahu waktunya,” bebernya.

Karena itu, Sugeng cukup menyayangkan lantaran timnya batal melakoni uji coba. Apalagi, atmosfer pertandingan dan latihan jelas sangat berbeda. Belum lagi trek latihan di Mandala Krida maupun Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul juga dinilai belum ideal.

Sebagai gantinya, beberapa waktu lalu tim sepatu roda mengikuti virtual competition. Atau simulasi yang bertujuan sebagai bahan evaluasi pelatih. Nah, untuk memantapkan persiapan rencananya tim sepatu roda berencana menggelar uji coba pada awal tahun depan.

“Kami pingin coba try out ke Jirta karena kemarin kan batal. Kami juga belum pernah merasakan di sana, untuk melihat seberapa sih waktunya antara di SSA kita latihan sama yang benar-benar lapangan ideal,” ucap pelatih 38 tahun itu.

Yang jelas tim sepatu roda akan terus membenahi kekurangan selama Puslatda. Harapannya di PON nanti mereka dapat memenuhi target yang dibebankan Komite Olahraga Nasional Daerah (KONI) DIJ. Yakni satu medali emas.

“Kami melihat terget itu kalau bisa insya Allah doa dari masyarakat DIJ bisa lebih. Yang kami unggulkan di 500 meter, jarak jauh, dan time trial. Itu nomor-nomor yang bisa kita curi untuk emas,” paparnya.

Di ajang PON, sepatu roda diperkuat empat atlet terbaik. Mereka adalah Aradhana Wikanestri, Chalila Addinawati, Naviska Putri Alifah, dan Aurelia Nariswari Putri Sigit. Masing-masing atlet akan turun di nomor Individual Time Trial (ITT) dan Point To Point (PTP).

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto berpesan agar cabor Puslatda selalu menjaga kesehatan masing-masing. Serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat menjalani latihan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Karena saat ini masih dalam masa pandemi, jadi harus tetap menerapkan prokes. Kesehatan yang paling utama, apalagi atlet ini kan dipersiapkan guna menuju PON XX Papua nanti,” tandas Djoko. (ard/laz)

Jogja Sport