RADAR JOGJA – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh dan Sumatera Utara ditetapkan digelar pada 2024 mendatang. Itu menyusul Surat Keputusan (SK) No. 71 Tahun 2020 yang diterbitkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pada 19 November lalu.

Hanya, penetapan PON tersebut memunculkan dilema bagi kontingen DIJ. Sebab, hal itu memengaruhi penyenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ yang selama ini digelar satu tahun sebelum dan sesudah PON.

Seperti diketahui Porda XVI DIJ yang awalnya dijadwalkan berlangsung tahun depan harus diundur pada 1-9 September 2022. Adapun alasan pengunduran itu karena dampak ditundanya PON XX Papua 2020 menjadi 2021.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ Djoko Pekik Irianto mengatakan penetapan PON XXI Aceh-Sumut 2024 berpengaruh pada agenda KONI. “Sesuai regulasi Porda memang diselenggarakan setahun sebelum dan sesudah PON. Karena itu bisa saja Porda dilaksanakan berurutan di tahun 2022 dan 2023,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait Porda Djoko berujar KONI DIJ akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait. Sehingga nantinya menghasilkan kesepakatan antara peserta, juga tuan rumah penyelenggara. “Konsep Porda┬áDIJ itu kan untuk setahun setelah PON fokusnya mencari atlet menuju PON. Sedangkan satu tahun sebelum PON itu kami jadikan sebagai wahana evaluasi sebelum tampil di PON,” jelasnya.

Sementara itu, penetapan PON yang digelar di dua daerah untuk kali pertama itu membuat peluang DIJ menjadi tuan terbuka lebar. Sebab, sebelumnya DIJ memang berencana mengajukan diri sebagai host dengan menggandeng Jawa Tengah. “Kami mencoba berani bersama dengan provinsi terdekat untuk menjadi tuan rumah PON. Tinggal bagaimana kami mencari anggaran dan komunikasikan lagi dengan Pemprov DIJ,” tandas Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu. (ard/yog)

Jogja Sport