RADAR JOGJA – Setelah bertahan hampir sebulan di Sleman, pemain asing PSS Sleman memutuskan pulang kampung. Itu menyusul ketidakjelasan kompetisi Liga 1 musim 2020. Satu dari ketiga pemain asing itu yakni Guilherme Felipe de Castro atau Batata.

Ya, gelandang andalan Super Elang Jawa -julukan PSS- telah bertolak ke kampung halamannya di Brasil, Minggu (15/11) lalu. Sedangkan, Yevhen Bokhashvili dan Zah Rahan Krangar hingga kini masih stay di Bumi Sembada.

Sebelumnya, federasi sepak bola Indonesia alias PSSI berencana melanjutkan kompetisi pada Februari tahun depan. Karena itu, sejumlah pemain asing memilih kembali ke negara masing-masing sembari menunggu kepastian Liga. “Ya, saya kembali ke Brasil berjumpa dengan keluar besar karena sudah lama tidak bertemu mereka,” ujar Batata.

Terkait masa depannya di PSS, Batata belum bisa berkomentar banyak. Sebab, kontraknya bersama Super Elja akan habis Desember mendatang. Menurut dia segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apakah bakal kembali ke Indonesia atau tidak, pemain 28 tahun itu akan melihat perkembangan ke depan. “Semoga segera ada kabar baik saja soal Liga,” harapnya.

Sementara itu, Humas PSS Yohanes Sugianto mengatakan tidak adanya aktivitas latihan, sehingga pemain memilih untuk pulang kampung. Hanya, beberapa saja masih tinggal di Sleman. “Wajar saja mereka pulang kampung, seperti Batata yang ingin menikmati Natal di kampung halamannya, juga menanti kelahiran buah hatinya,” katanya. “Batata dan istrinya sehat-sehat saja, begitu yang dia katakan tadi ketika berbicara di WA,” imbuh Yohanes.

Disisi lain, keputusan menggulirkan lanjutan kompetisi hingga tahun depan membuat klub merugi. Selain rugi finansial, klub juga dibuat pusing perihal kontrak pemain. Sebab, mayoritas kontrak pemain akan habis akhir tahun ini. Sehingga situasi pelik seperti sekarang tentu menjadi dilema bagi kontestan klub. (ard/bah)

Jogja Sport