RADAR JOGJA – Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) terus mematangkan persiapan jelang berkompetisi musim depan. Sebab, jika sesuai rencana tip off Indonesian Basketball League (IBL) akan dimulai pada Januari 2021. Itu artinya kompetisi tertinggi bola basket tanah air itu tinggal menyisakan dua bulan lagi.

Karena itu, para pemain BPJ terus digeber latihan di bawah Manajer Teknis Kepelatihan Kartika Siti Aminah. Tim pelatih juga mulai menaikkan level permainan Nuke Tri Saputra cs. Seperti menu latihan pagi diisi dengan latihan teknik dan fisik dilanjutkan penguatan otot pada sore hari. Karena pandemi, latihan diberlakukan dengan protokol kesehatan ketat dari BPBD DIJ.

Presiden klub Edy Wibowo berpesan agar pemain tidak mengendorkan intensitas latihan. Juga diharapkan menjaga gairah positif yang selama ini diperlihatkan saat di dalam maupun luar lapangan. “IBL sisa 60 hari lagi. Dari sekarang kami hitung mundur dan setiap harinya level harus naik, selalu ada progres positif,” ujarnya. “Saya sampaikan juga bahwa para pemain sejak latihan sampai Liga dimulai nanti mereka tidak hanya membawa kebanggan klub atau pribadi di jersi mereka. Di jersi itu ada kebanggaan dan harapan seluruh warga Jogjakarta,” imbuh Edy.

Dikatakan IBL sendiri rencananya akan digelar pekan ke-2 Januari tahun depan dengan sistem gelembung seperti NBA. Selain itu, terdapat dua tim baru yang turut memanaskan persaingan Liga musim 2021. Nah, untuk target Edy ingin BPJ bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. “Kalau target tentu saja prestasi. Dari pelatih sampai pemain kami persiapkan betul tidak ada kata main-main bagi kami,” tandasnya.

Saat ini BPJ punya sembilan pemain. Mereka adalah Tifan Pradita, Azzaryan Pradhitya, Restu Dwi Purnomo, Ali Mustofa, Raylly Pratama, Nuke Tri Saputra, Reza Arfah, Melki Sedek, dan Rachmad Febri Utomo.

Dalam waktu dekat, BPJ juga akan kedatangan pelatih kepala baru. Hanya, manajemen masih merahasiakan nama pelatih tersebut. Yang jelas Edy memastikan pelatih yang baru nanti punya visi dan misi sama dengan klub. “Pelatih punya visi yang sama untuk pengembangan pemain muda. Dia juga bersedia turun ke sekolah-sekolah. Semoga saja bisa berdampak ke bola basket di Jogja dan tanah air,” pungkasnya. (ard/bah)

Jogja Sport