RADAR JOGJA – Sebanyak delapan atlet pelatihan nasional (pelatnas) panahan Indonesia menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) di DIJ. Mereka yakni Hendra Purnama, Arief Dwi Pangestu, Muhammad Hanif Wijaya, Ryan Rafi Adiputro, Titik Kusumawardani, Linda Lestari, Rezza Octavia, dan Dela Berliana.

Sebelumnya, pelatnas panahan sudah melakoni TC sejak Agustus 2020 di Lapangan Panahan Kompleks Gelora Bung Karno. Serangkaian TC dilakukan sebagai persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo 2021.

Manajer timnas panahan Indonesia Izzu Farhan Fajri mengatakan, TC ini merupakan salah satu program yang dicanangkan tim pelatnas panahan. Yaitu menggelar try in atau uji tanding di DIJ selama dua pekan. “Jadi selama di sini kami agendakan latihan bersama dengan atlet-atlet di daerah. Seperti menjalani uji tanding dengan atlet-atlet PON DIJ dan atlet dari kabupaten/ kota,” ujarnya disela sesi latihan di Lapangan Panbol, Bantul Selasa (10/11).

Karena pandemi, TC dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Baik ketika perjalanan dari hotel hingga setibanya di venue latihan.

Lebih lanjut, Izzu berujar alasan dipilihnya Kota Gudeg sebagai lokasi TC karena DIJ dinilai menjadi salah satu daerah yang tingkat penularan Covid-19 cukup rendah. Sehingga, hal itu akan membuat atlet lebih nyaman dalam berlatih sekaligus untuk meningkatkan pengalaman uji tanding. “Kami juga harus memaksimalkan latihan di tengah absennya berbagai kejuaraan akibat pandemi. Apalagi waktu menuju Olimpiade Tokyo yang kurang lebih setahun itu pasti akan terasa cepat,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih pelatnas panahan Budi Widayanto menuturkan, TC di DIJ sekaligus dijadikan bahan evaluasi dari latihan yang digelar sebelumnya. Selain itu, Budi berharap TC kali ini memberikan dampak positif bagi para atlet. Mengingat selama di Jakarta latihan tak berjalan efektif. “Selama di Jakarta atlet cukup jenuh karena PSBB. Belum lagi adanya demo. Jadi latihan agak terganggu, anak-anak stres dan sepulang latihan mereka langsung kembali ke kamar,” beber Budi.

Karena itu, dengan adanya TC di DIJ diharapkan para atlet bisa lebih enjoy. Apalagi banyak opsi lawan untuk menggelar sparing. “Semoga psikologis anak-anak lebih bagus disini. Harapannnya juga kehadiran atlet pelatnas dapat memberikan motivasi bagi atlet-atlet panahan di DIJ,” imbuhnya. (ard/bah)

Jogja Sport