RADAR JOGJA – Cabang olahraga (cabor) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mulai melakukan adaptasi venue jelang latihan resmi yang akan digelar pertengahan bulan ini. Beberapa di antaranya dilakukan cabor rugby, panjat tebing, dan pencak silat.

Selain pemanasan latihan, juga sekaligus dilakukan untuk bersih-bersih venue yang sudah lama tidak digunakan. Proses adaptasi venue pun berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Seperti, mencuci tangan, cek suhu tubuh, dan setiap atlet wajib mengenakan masker sebelum dan sesudah latihan.

Pelatih Puslatda Rugby DIJ Danang Rinangga Putra mengatakan kondisi fisik atlet cukup mengalami penurunan. Maklum, sudah tujuh bulan mereka hanya menjalani latihan mandiri. Terlebih individual training juga dinilai tidak terlalu efektif. “Penurunan fisik jelas ada karena sebelum pandemi ibaratnya sudah persiapan umum dan fokusnya ke peningkatan kondisi atletnya sendiri. Tujuh bulan latihan mandiri pun tim pelatih agak susah memantau,” ungkapnya usai sesi latihan di Lapangan Kenari, Senin (2/10).

Dikatakan, sebelum kembali ke lapangan tim rugby telah menerapkan pola karantina mandiri. Baik tim putra maupun putri. Tujuannya untuk memastikan para atlet terbebas dari Covid-19.

Lebih lanjut, Danang menuturkan dalam waktu dekat tim rugby masih fokus di persiapan umum. Mengingat kondisi para atlet mayoritas mengalami penurunan, sehingga tim pelatih akan fokus untuk meningkatkan kebugaran fisik. Seperti menaikkan endurance, memperbaiki teknik dasar, serta taktik.

Berbicara target, rubgy DIJ optimistis menggondol medali emas di ajang multievent empat tahunan tersebut. Sebab, dalam Pra-PON tahun lalu rugby DIJ mampu tampil apik dan sukses menempati runner up untuk tim putra dan peringkat tiga tim putri. “Jadi di PON nanti karena sudah dibiayai KONI DIJ masuk Puslatda kami akan berjuang dan tentu yakin bisa meraih emas. Meski ya ada pesaing terberat seperti Papua dan Jakarta,” katanya. (ard/yog)

Jogja Sport