RADAR JOGJA – KONI DIJ bersiap memulai Puslatda normal pertengahan bulan ini. Latihan tersebut bakal menjadi yang pertama setelah tujuh bulan para atlet menjalani latihan mandiri.

Karena pandemi, pemusatan latihan daerah (Puslatda) akan diberlakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Panduan latihan pun sudah disusun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ. Selain itu, untuk memudahkan menggunakan venue olahraga para atlet bakal dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA).

Sebelum kembali ke gelanggang KONI DIJ meminta para pelatih untuk menyusun program. Juga diminta segera mentukan pilihan. Yakni akan mengambil program latihan single atau double peak. Sebab, waktu menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua hanya tersisa 10 bulan saja. “Setelah itu baru akan dibahas khusus di Binpres KONI DIJ,” ujar Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko Senin (2/11).

Lebih lanjut, Rumpis mengatakan KONI DIJ tetap memonitor atlet melalui pelatih masing-masing cabor. Tujuannya agar kondisi perkembangan terkini atlet bisa terus terpantau. Sedangkan pelatih diminta untuk melaporkan microcycle latihan.

Nah, awal tahun depan KONI DIJ berencana menggelar try out atau uji coba. Hal itu untuk melihat kemampuan atlet, juga sebagai evaluasi tim Puslatda. “Memang ada virtual tapi kan itu dengan teman-teman sendiri jadi sangat kurang efektif. Hanya individu masih bisa, tapi kalau yang permainan kan tidak bisa harus tetap bertanding,” ucap Dekan Senior Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY itu.

Sebagai informasi, saat ini ada sebanyak 141 atlet dan 54 pelatih tergabung dalam puslatda PON DIJ. Mereka terbagi dalam 19 cabor yang ditargetkan mendapatkan 11 medali emas dalam ajang multievent empat tahunan tersebut. (ard/pra)

Jogja Sport